MUI Bengkalis Soroti Kebiasaan Sibuk dengan Gadget saat Berkumpul

  • 17 Jun 2026 18:39 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Buya H. Amrizal, menyoroti fenomena masyarakat yang semakin sibuk dengan telepon genggam saat berkumpul bersama keluarga maupun sahabat. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat melemahkan komunikasi dan hubungan sosial yang selama ini menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Dalam Dialog Negeri Junjungan Menyapa RRI Bengkalis, Buya Amrizal menyebut penggunaan gadget secara berlebihan telah melahirkan fenomena yang membuat banyak orang hadir secara fisik, tetapi tidak benar-benar terlibat dalam interaksi sosial.

“Ketika berkumpul bersama keluarga atau teman, masing-masing sibuk dengan handphone. Ini menjadi kebiasaan yang kurang baik karena mengurangi penghargaan kepada orang yang sedang berinteraksi dengan kita,” ujarnya, Rabu 17 Juni 2026.

Ia menjelaskan, dalam ajaran Islam terdapat nilai-nilai yang mengajarkan pentingnya menghargai lawan bicara. Salah satunya dengan memberikan perhatian penuh ketika berkomunikasi dan menjadi pendengar yang baik.

Menurut Buya Amrizal, interaksi langsung memiliki peran penting dalam membangun ikatan emosional, terutama dalam keluarga. Jika orang tua dan anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget masing-masing, komunikasi yang efektif akan semakin sulit terjalin.

Kondisi tersebut, kata dia, tidak hanya berdampak pada hubungan keluarga, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat secara lebih luas. Semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kebersamaan berpotensi melemah apabila masyarakat lebih banyak berinteraksi di dunia maya dibandingkan dunia nyata.

“Kalau semua sibuk dengan gadget, rasa peduli terhadap lingkungan sekitar bisa berkurang. Padahal kepedulian sosial merupakan modal penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Buya Amrizal mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi secara proporsional. Menurutnya, perkembangan digital tidak harus dijauhi, tetapi perlu diimbangi dengan kualitas interaksi langsung yang baik bersama keluarga dan lingkungan sekitar.

Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, lanjutnya, dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperbaiki hubungan sosial, mempererat silaturahmi, dan mengembalikan budaya saling peduli yang menjadi ciri kehidupan masyarakat Indonesia.

Kehadiran teknologi seharusnya menjadi alat yang memudahkan kehidupan, bukan justru menjauhkan manusia dari keluarga, sahabat, dan lingkungan sosialnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....