Ketua MUI Bengkalis Ingatkan Bahaya Fitnah dan Hoaks di Media Sosial

  • 17 Jun 2026 16:38 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Buya H. Amrizal, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, fitnah, hoaks, dan prasangka buruk menjadi salah satu ancaman terbesar yang dapat merusak persaudaraan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Negeri Junjungan Menyapa RRI Bengkalis saat membahas momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Menurut Buya Amrizal, perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan baru dalam menjaga ukhuwah atau persaudaraan antarsesama.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab rusaknya hubungan sosial saat ini adalah maraknya prasangka buruk dan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Bahkan tidak jarang sebuah hubungan yang sebelumnya baik menjadi renggang akibat informasi yang belum tentu benar.

“Untuk membangun ukhuwah, kita harus menghormati perbedaan, menjauhi prasangka buruk, dan tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan fitnah,” ujarnya, Rabu 17 Juni 2026.

Buya Amrizal mengatakan, MUI telah mengeluarkan pedoman etika bermuamalah di media sosial yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat. Salah satu prinsip yang harus dipegang adalah menyampaikan hal-hal yang baik dan bermanfaat serta menghindari konten yang dapat menimbulkan perpecahan.

Menurutnya, masyarakat juga perlu membiasakan budaya tabayun atau melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima sebelum membagikannya kepada orang lain. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Jangan langsung menyebarkan informasi yang diterima. Periksa terlebih dahulu kebenarannya dan pikirkan dampaknya bagi orang lain,” katanya.

Buya Amrizal menilai media sosial sejatinya dapat menjadi sarana untuk menyebarkan kebaikan, edukasi, dan kepedulian sosial. Karena itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan platform digital untuk membangun persatuan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

Momentum Tahun Baru Hijriah, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri, termasuk dalam memperbaiki cara berinteraksi di ruang digital. Dengan etika yang baik dan sikap bijak dalam bermedia sosial, masyarakat dapat ikut menjaga keharmonisan serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....