Mahasiswa Polbeng Kaji Permainan Rakyat Melayu di LAMR Bengkalis
- 11 Jun 2026 07:57 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu, menerima kunjungan mahasiswa Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) dalam rangka kajian budaya mengenai permainan rakyat Melayu. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Adat LAMR Kabupaten Bengkalis sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai budaya lokal.
Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh jajaran pengurus LAMR Bengkalis, di antaranya Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Bengkalis, Dt. Defitri Akbar, Sekretaris Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Bengkalis, Dt. Khairul Saleh, Bidang Pelestarian dan Pembinaan Seni Melayu Dt. Irmanyah, serta Bidang Pelestarian Adat dan Nilai Budaya Dt. Ariyansyah Putra.
Ketua kelompok mahasiswa MKWK, Almin dari Program Studi Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan menggali informasi mengenai filosofi, nilai edukatif, dan makna sosial yang terkandung dalam berbagai permainan rakyat Melayu yang pernah berkembang di masyarakat Bengkalis.
“Kami ingin memahami lebih dalam nilai-nilai kebersamaan, pendidikan karakter, dan budaya yang terdapat dalam permainan rakyat. Informasi yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda agar tetap dikenal dan dilestarikan,” ujar Almin, Rabu (10/6/2026).
Dosen Pembimbing MKWK, Dt. Khairul Saleh, menjelaskan bahwa pembelajaran MKWK saat ini menerapkan pendekatan interaktif berbasis proyek yang melibatkan mahasiswa lintas program studi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan budaya di masyarakat.
Menurutnya, jika pada semester sebelumnya kegiatan difokuskan pada isu lingkungan hidup, maka semester ini mahasiswa diarahkan pada penguatan adat dan budaya melalui empat tema utama, yaitu digitalisasi UMKM dan destinasi wisata Pulau Bengkalis, Podcast Akademika Bicara, Parade Budaya Nusantara, serta Exhibition Permainan Rakyat dan nilai-nilai kearifan lokal.
Ketua MKA LAMR Bengkalis, Dt. Defitri Akbar, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa Polbeng yang turut berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya daerah. Ia menegaskan bahwa permainan rakyat merupakan bagian penting dari identitas budaya Melayu yang perlu didokumentasikan dan direvitalisasi di tengah arus modernisasi.
“LAMR berharap hasil kajian ini dapat menjadi bahan edukasi bagi generasi muda serta dikembangkan dalam bentuk publikasi, dokumentasi digital, maupun program pelestarian budaya di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa memperoleh penjelasan langsung dari Dt. Ariyansyah Putra dan Dt. Irmanyah mengenai ragam permainan rakyat yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Melayu pesisir.
Dt. Ariyansyah Putra menjelaskan bahwa permainan seperti gasing, engklek, galah panjang, congkak, dan benteng tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengajarkan nilai strategi, ketangkasan, kerja sama, kesabaran, serta sportivitas.
Sementara itu, Dt. Irmanyah memaparkan bahwa permainan layang-layang menjadi salah satu permainan yang sangat populer di wilayah pesisir seperti Bengkalis karena didukung kondisi angin laut yang baik. Selain itu, permainan sorok-sorokan atau petak umpet juga menjadi aktivitas yang akrab dengan kehidupan anak-anak di kampung pada masa lalu. Menurutnya, permainan rakyat memiliki peran penting sebagai sarana pembelajaran sosial yang mampu melatih keterampilan, kerja sama, dan interaksi antarsesama tanpa bergantung pada teknologi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan permainan rakyat sebagai warisan budaya Melayu yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....