Inovasi Becak Antar Jemput Balita Dukung Kunjungan Posyandu di Rupat Utara

  • 10 Jun 2026 15:44 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Pemerintah Kecamatan Rupat Utara terus melakukan berbagai inovasi untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting. Salah satu program yang dijalankan adalah becak antar jemput balita, sebuah layanan yang membantu membawa anak-anak ke posyandu agar tetap mendapatkan pemantauan kesehatan dan gizi secara rutin.

Camat Rupat Utara, Rizki Subagia Effendi, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kondisi geografis dan tantangan di lapangan yang menyebabkan sebagian masyarakat belum rutin membawa anak mereka ke posyandu. Padahal, posyandu menjadi salah satu ujung tombak dalam memantau tumbuh kembang balita serta mendeteksi dini risiko stunting.

“Di Rupat Utara kami memiliki inovasi becak antar jemput balita. Program ini bertujuan membantu masyarakat agar anak-anak tetap dapat hadir ke posyandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Rizki dalam Dialog Interaktif Negeri Junjungan Menyapa di RRI Bengkalis, Selasa 9 Juni 2026.

Menurutnya, layanan tersebut merupakan bagian dari strategi jemput bola yang dilakukan pemerintah bersama tenaga kesehatan dan kader posyandu. Dengan cara itu, petugas tidak hanya menunggu masyarakat datang ke posyandu, tetapi juga aktif menjangkau keluarga yang memiliki balita.

Rizki menjelaskan, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan angka kunjungan balita ke posyandu. Kehadiran balita secara rutin sangat penting karena menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi, hingga pemberian makanan tambahan apabila diperlukan.

Selain menghadirkan layanan antar jemput, kader posyandu di Rupat Utara juga melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Mereka mendatangi rumah-rumah warga untuk memastikan kondisi kesehatan balita dan memberikan edukasi kepada orang tua terkait pola asuh serta pemenuhan gizi anak.

“Bahkan kader tidak hanya menunggu di posyandu, tetapi turun langsung ke lapangan melakukan penimbangan dan intervensi kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan penurunan angka stunting di Rupat Utara tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Selain tenaga kesehatan dan kader posyandu, dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan anak-anak.

Berdasarkan data Puskesmas, angka stunting di Kecamatan Rupat Utara mengalami penurunan signifikan dari sekitar 20 persen pada tahun 2021 menjadi 8,7 persen pada tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai program intervensi yang dilakukan mulai memberikan hasil positif.

Meski demikian, pemerintah kecamatan tetap mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan posyandu. Rizki menegaskan, peran keluarga sebagai garda terdepan sangat menentukan keberhasilan pencegahan stunting.

“Kami berharap orang tua semakin sadar pentingnya memantau pertumbuhan anak secara rutin. Dengan datang ke posyandu, kondisi kesehatan dan gizi anak dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Melalui inovasi becak antar jemput balita dan berbagai program pendukung lainnya, Pemerintah Kecamatan Rupat Utara optimistis upaya menekan angka stunting dapat terus berlanjut demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....