Dinsos: Kemiskinan Jadi Salah Satu Faktor Penyebab Stunting

  • 10 Jun 2026 14:06 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis menyebut kemiskinan masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting pada anak. Kondisi ekonomi keluarga dinilai berpengaruh terhadap kemampuan memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan pola asuh yang menjadi penentu tumbuh kembang anak.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, Eji Marlina, mengatakan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam jangka waktu lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Menurutnya, banyak masyarakat yang masih menganggap stunting hanya berkaitan dengan masalah kesehatan. Padahal, terdapat berbagai faktor lain yang turut memengaruhi, termasuk kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

“Kenapa faktor kemiskinan berkaitan erat dengan stunting? Karena keluarga miskin dan rentan miskin menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. Jika kebutuhan dasar saja belum terpenuhi dengan baik, tentu akan berdampak pada pemenuhan gizi ibu hamil maupun anak balita,” kata Eji dalam Dialog Interaktif Negeri Junjungan Menyapa di RRI Bengkalis, Selasa 9 Juni 2026.

Ia menjelaskan, keterbatasan ekonomi dapat menyebabkan keluarga tidak mampu menyediakan makanan bergizi secara cukup dan berkelanjutan. Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, maka risiko anak mengalami stunting akan semakin besar.

Selain memengaruhi pemenuhan gizi, kemiskinan juga berdampak pada pola asuh anak. Orang tua yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali memiliki keterbatasan waktu dalam memperhatikan pola makan, kesehatan, dan perkembangan anak.

“Pola asuh juga menjadi faktor penting. Ketika orang tua harus fokus mencari nafkah, kadang perhatian terhadap kebutuhan tumbuh kembang anak menjadi berkurang. Ini juga dapat meningkatkan risiko stunting,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting, Dinas Sosial menjalankan berbagai program perlindungan sosial bagi keluarga miskin dan rentan miskin. Salah satunya melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar keluarga dengan komponen ibu hamil dan balita.

Melalui program tersebut, penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan sosial, tetapi juga diwajibkan mengikuti pendampingan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan kesehatan dan gizi ibu hamil maupun anak dapat terpenuhi.

Eji menambahkan, validitas data masyarakat miskin juga menjadi faktor penting dalam penyaluran bantuan sosial. Karena itu, pemerintah terus mendorong desa dan kelurahan untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala agar bantuan dapat tepat sasaran.

Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga masyarakat. Dengan sinergi yang baik, diharapkan angka stunting di Kabupaten Bengkalis dapat terus ditekan dan kualitas sumber daya manusia semakin meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....