Rupat Utara Berhasil Tekan Angka Stunting dari 20 Persen Menjadi 8,7 Persen
- 10 Jun 2026 14:54 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Kecamatan Rupat Utara berhasil mencatat penurunan angka stunting yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun dari Puskesmas setempat, prevalensi stunting di wilayah tersebut turun dari sekitar 20 persen pada tahun 2021 menjadi 8,7 persen pada tahun 2025.
Camat Rupat Utara, Rizki Subagia Effendi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga mencakup pola asuh, kesehatan lingkungan, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Data tahun 2021 yang kami himpun dari Puskesmas sekitar 20 persen. Kemudian pada tahun 2025 turun menjadi sekitar 8,7 persen. Ini menunjukkan adanya penurunan yang signifikan berkat keterlibatan seluruh pihak,” kata Rizki dalam Dialog Interaktif Negeri Junjungan Menyapa di RRI Bengkalis, Selasa 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan, berbagai program telah dijalankan untuk mendukung percepatan penurunan stunting. Salah satunya adalah pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri sebagai upaya pencegahan sejak dini sebelum memasuki masa kehamilan.
Selain itu, pemerintah kecamatan bersama tenaga kesehatan dan kader posyandu juga rutin memberikan makanan tambahan bagi balita yang berisiko mengalami stunting. Kegiatan pemantauan pertumbuhan anak dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi kesehatan dan status gizi balita tetap terjaga.
Rizki menambahkan, Kecamatan Rupat Utara juga memiliki inovasi becak antar jemput balita yang bertujuan meningkatkan kehadiran anak ke posyandu. Program tersebut diterapkan untuk membantu keluarga yang mengalami kendala transportasi sehingga anak tetap dapat memperoleh layanan kesehatan secara rutin.
“Ini merupakan upaya jemput bola yang kami lakukan agar balita tetap datang ke posyandu. Kader juga tidak hanya menunggu di posyandu, tetapi turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan,” ujarnya.
Meski angka stunting terus menurun, Rizki mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Di antaranya adalah tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah, kondisi ekonomi keluarga, serta minimnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai pentingnya pola asuh dan pemenuhan gizi anak.
Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus mendukung program pencegahan stunting yang telah berjalan. Menurutnya, keluarga memiliki peran paling penting sebagai garda terdepan dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Pemerintah dapat memberikan berbagai intervensi, tetapi keberhasilan pencegahan stunting sangat bergantung pada peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak,” katanya.
Pemerintah Kecamatan Rupat Utara optimistis angka stunting dapat terus ditekan melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dunia usaha, dan masyarakat demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....