Jumlah Hewan Kurban di Riau Meningkat 6,29 Persen pada Iduladha 1447 H
- 02 Jun 2026 11:45 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada pelaksanaan Iduladha 1447 H/2026 M dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau, jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini mencapai 51.651 ekor, meningkat 3.057 ekor atau 6,29 persen dibandingkan tahun 1446 H/2025 M yang tercatat sebanyak 48.594 ekor.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Muhammad Fakhri, mengatakan bahwa peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban.
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan yang kami terima dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ini menjadi indikator meningkatnya semangat berbagi, kepedulian sosial, dan ketaatan umat dalam menjalankan syariat Islam,” ujar Muhammad Fakhri, Selasa 2 Juni 202.
Data Kanwil Kemenag Riau menunjukkan bahwa total hewan kurban pada tahun 1447 H/2026 M terdiri atas 37.873 ekor sapi, 8.150 ekor kerbau, dan 5.628 ekor kambing. Sementara pada tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban tercatat sebanyak 40.327 ekor sapi dan 8.267 ekor kambing dengan total keseluruhan 48.594 ekor.
Dari seluruh daerah di Provinsi Riau, Kota Pekanbaru masih menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni 10.633 ekor. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kampar dengan 7.948 ekor, Kabupaten Bengkalis sebanyak 5.375 ekor, Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 4.849 ekor, serta Kabupaten Rokan Hilir dengan 4.564 ekor hewan kurban.
Sementara itu, Kabupaten Kuantan Singingi yang pada tahun sebelumnya belum melaporkan data secara lengkap, tahun ini mencatat sebanyak 3.880 ekor hewan kurban. Adapun Kabupaten Kepulauan Meranti melaporkan 954 ekor hewan kurban yang terdiri atas sapi dan kambing.
Menurut Muhammad Fakhri, capaian tersebut tidak hanya mencerminkan meningkatnya kemampuan ekonomi masyarakat, tetapi juga menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang terus tumbuh di tengah masyarakat Riau.
“Ibadah kurban memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Melalui kurban, masyarakat tidak hanya menjalankan perintah agama, tetapi juga memperkuat solidaritas dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia kurban, pengurus masjid, lembaga keagamaan, serta pemerintah daerah yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan dan pendataan hewan kurban di masing-masing wilayah.
Muhammad Fakhri berharap tren peningkatan jumlah hewan kurban ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai wujud penguatan nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan masyarakat Riau.
“Kami berharap semangat berkurban yang terus meningkat ini dapat menjadi bagian dari penguatan karakter masyarakat yang religius, peduli terhadap sesama, serta mampu menjaga harmoni sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.*
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....