Kemenag Pelalawan Peringati Harkitnas ke-118, Tekankan Peran Pesantren Jaga Tunas

  • 31 Mei 2026 22:55 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Pelalawan - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan menggelar apel bersama di Lapangan Pondok Pesantren Hidayatul Ma’arifiyah. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu berlangsung khidmat dan diikuti keluarga besar pesantren, ASN Kemenag Pelalawan, ASN KUA Pangkalan Kerinci, serta sejumlah Kepala KUA se-Kabupaten Pelalawan.

Kepala Kantor Kemenag Pelalawan, Drs. H. Sulman, bertindak sebagai pembina apel. Menariknya, pelaksanaan apel turut melibatkan para santri dan guru Pondok Pesantren Hidayatul Ma’arifiyah sebagai petugas, mulai dari pengibar bendera hingga pembawa acara. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kedisiplinan, tanggung jawab, serta penguatan karakter kebangsaan bagi para santri di lingkungan pesantren.

Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara”, yang menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai aset bangsa dalam menjaga persatuan dan masa depan Indonesia.

Dalam amanatnya, Sulman membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, sekaligus menekankan pentingnya peran pondok pesantren dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, emosional, dan sosial.

“Pondok pesantren harus menjadi tempat yang ramah bagi anak didik. Lingkungan pendidikan harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan membina santri dengan penuh tanggung jawab,” ujar Sulman, Sabtu 30 Mei 2026.

Ia juga menegaskan bahwa pengawasan dalam lingkungan pendidikan bukan sekadar pembatasan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk memastikan proses pendidikan berjalan sesuai nilai agama, disiplin, dan kemanusiaan. Melalui momentum Harkitnas ini, Kemenag Pelalawan berharap pesantren terus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan apel ini juga menjadi penguat sinergi antara Kementerian Agama dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menjaga dan membina “tunas bangsa” agar siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri kebangsaan dan keislaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....