DLH Bengkalis Tekankan Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga

  • 20 Mei 2026 12:25 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengklais – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dimulai dari tingkat rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan launching inovasi BANKSAKU atau Bank Sampah Desa dan Kelurahan serta penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan sampah rumah tangga antara desa dan kelurahan se-Kecamatan Bengkalis dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis di Kantor Camat Bengkalis, Selasa 19 Mei 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, Agus Susanto mengatakan, salah satu tantangan utama dalam pengelolaan sampah saat ini adalah kebiasaan masyarakat yang masih mencampur sampah organik dan anorganik dalam satu tempat.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan proses pengolahan sampah menjadi lebih sulit dan berdampak pada meningkatnya volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir atau TPA.

“Karena kebiasaan kita di rumah itu mencampur-campur sampah, bercampur plastik dengan sisa makanan dan sebagainya,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah modern tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan sampah ke TPA, tetapi harus dimulai dari perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

DLH Kabupaten Bengkalis, lanjut Agus, juga siap memberikan pendampingan dan pembinaan terhadap bank sampah yang telah terbentuk maupun yang akan dibentuk di desa dan kelurahan.

Sementara itu, Camat Bengkalis, Rafli Kurniawan mengatakan keberhasilan program BANKSAKU membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, desa dan kelurahan, maupun masyarakat.

Ia berharap hasil pengelolaan sampah nantinya tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Kami berharap nanti terhadap hasil itu bisa kita kontribusikan, kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tanpa kolaborasi, tanpa penandatanganan kerja sama, tentu hal ini tidak bisa berjalan,” kata Rafli.

Program BANKSAKU diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Bengkalis. Selain mengurangi volume sampah, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....