BANKSAKU Bengkalis Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi
- 20 Mei 2026 12:20 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Pemerintah Kecamatan Bengkalis meluncurkan inovasi BANKSAKU atau Bank Sampah Desa dan Kelurahan sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong peningkatan ekonomi warga melalui pemanfaatan sampah bernilai jual.
Program tersebut disejalankan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan sampah rumah tangga antara desa dan kelurahan se-Kecamatan Bengkalis dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis yang berlangsung di Kantor Camat Bengkalis, Selasa 19 Mei 2026.
Peluncuran BANKSAKU menjadi langkah awal membangun sistem pengelolaan sampah dari tingkat sumber atau rumah tangga dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Program ini juga diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir atau TPA.
Camat Bengkalis, Rafli Kurniawan mengatakan, selama ini masyarakat masih memandang sampah sebagai sesuatu yang tidak memiliki manfaat. Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Menurutnya, melalui program BANKSAKU masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah rumah tangga sehingga sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dimanfaatkan kembali.
“Sehingga benar-benar bisa mengoptimalkan perekonomian kita. Bisa kita berbelanja untuk kebutuhan kita. Jadi jangan beranggapan sampah ini hanya sampah masyarakat yang tidak ada gunanya, tapi sampah-sampah ini bisa dihasilkan dan didayagunakan,” ujar Rafli.
Ia menambahkan, hasil pengelolaan sampah nantinya juga diharapkan dapat memberikan manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan melalui kontribusi dari pengelolaan bank sampah.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, Agus Susanto menilai pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak lagi hanya berfokus pada pengangkutan sampah ke TPA, tetapi juga bagaimana sampah dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.
“Kami ingin membangun sistem pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih tertata, berkelanjutan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” kata Agus.
Ia juga menyebut saat ini pengelolaan sampah dari tingkat sumber menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Adipura. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dinilai sangat penting.
Melalui program BANKSAKU, Pemerintah Kecamatan Bengkalis berharap tercipta budaya baru dalam pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif, dan ramah lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....