Selat Baru Lokasi Rukyatul Hilal Zulhijah 1447 H, Bengkalis Ikuti 88 Titik Nasional

  • 16 Mei 2026 12:21 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis — Pantai Indah Selat Baru, Kabupaten Bengkalis, kembali menjadi salah satu titik strategis pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah yang dilaksanakan serentak di 88 lokasi di seluruh Indonesia oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penetapan awal bulan Zulhijah sekaligus penentuan Hari Raya Iduladha 1447 H melalui sidang isbat nasional.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, H. Khaidir, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait, mulai dari jajaran KUA, tim falakiyah, hingga koordinasi dengan bagian kesejahteraan rakyat (Kesra).

“Ya, kita sudah koordinasi dengan Kesra untuk bersama-sama, para KUA se-Bengkalis juga sudah siap. Insyaallah nanti juga akan dihadiri Kanwil Kemenag Riau bersama Kabid,” ujar Khaidir, Sabtu 16 Mei 2026.

Ia menjelaskan, rombongan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan rencana, pemantauan hilal akan dilakukan pada Minggu 17 Mei 2026 atau bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 H, dengan keberangkatan menuju lokasi Pantai Selat Baru sekitar pukul 17.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Riau, M. Fakhri, menjelaskan bahwa sidang isbat awal Zulhijah 1447 H akan digelar pada hari yang sama, dengan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah, termasuk Bengkalis, menjadi bahan pertimbangan utama pemerintah.

“Pemantauan hilal dilaksanakan serentak di berbagai titik di Indonesia, termasuk di Pantai Selat Baru Bengkalis. Hasil rukyat dari daerah akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Zulhijah 1447 H,” ujar Fakhri.

Ia menambahkan, berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 03.00.55 WIB. Pada saat pelaksanaan rukyat, posisi hilal diperkirakan sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 3 derajat 37 menit 51 detik hingga 6 derajat 54 menit 23 detik.

Selain itu, sudut elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari diperkirakan berada pada kisaran 8 derajat 58 menit 23 detik hingga 10 derajat 36 menit 52 detik. Kondisi ini, menurut Fakhri, menunjukkan bahwa posisi hilal telah memenuhi kriteria imkanur rukyat yang menjadi acuan dalam penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia.

“Harapan kita, proses rukyatul hilal dapat berjalan lancar sehingga penetapan awal Zulhijah 1447 H bisa menjadi pedoman bersama umat Islam dalam pelaksanaan ibadah Iduladha,” tutupnya.

Dengan pelaksanaan rukyatul hilal ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung ketetapan keagamaan secara nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....