GEMPAR Bangkit, 460 Perempuan Bantan Deklarasi Perang Narkoba

  • 05 Mei 2026 17:47 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalıs - Sebanyak 460 perempuan dari 23 desa di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, mendeklarasikan komitmen melawan narkoba melalui Garda Perempuan Perbatasan Anti Narkoba (GEMPAR), Selasa, 5 Mei 2026.

Ketua tim penggerak PKK kecamatan Bantan Dian Rachmadany sedang memberikan sabutan

Ketua TP PKK Kecamatan Bantan, Dian Rachmadhany, dalam sambutannya menyampaikan bahwa deklarasi ini menjadi langkah awal membangun peran strategis perempuan dalam melindungi keluarga dari bahaya narkoba.

“Sebanyak 460 ibu-ibu dari seluruh desa telah mendeklarasikan diri. Ini menjadi semangat baru, terutama bagi para ibu sebagai pusat pendidikan dalam keluarga, untuk menjaga anak-anak dari lingkungan yang tidak baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah deklarasi ini, PKK desa bersama pemerintah desa akan menggelar berbagai kegiatan lanjutan, seperti sosialisasi bahaya narkoba dan dalam program “PKK Goes to School”.

“Melalui gerakan ini, kita ingin membangun kekuatan dari rumah. Para ibu diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan narkoba,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Bantan Aulia Fikri menegaskan bahwa pembentukan GEMPAR merupakan langkah konkret untuk mengubah stigma negatif terhadap wilayahnya.

Peserta deklarasi

“Selama ini Kecamatan Bantan kerap dipandang sebagai jalur masuk narkoba. Melalui GEMPAR, kita ingin mengubah stigma tersebut dan menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya perempuan, ikut berperan aktif dalam memerangi narkoba,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan sekitar 20 perempuan dari setiap desa sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah kecamatan dan PKK.

“Kami mengajak seluruh elemen, khususnya kaum perempuan, untuk bersinergi. Mereka tidak hanya mengawasi, tetapi juga turut mensosialisasikan bahaya narkoba di lingkungan masing-masing,” katanya.

Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan lima komitmen utama, yakni menolak narkotika sebagai musuh bersama, mendukung aparat penegak hukum, aktif mengawasi dan melaporkan peredaran narkoba, membina generasi muda yang berprestasi dan religius, serta mensosialisasikan hidup sehat tanpa narkoba di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal gerakan perempuan di wilayah perbatasan dalam memerangi peredaran narkoba, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda di Kabupaten Bengkalis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....