Cegah Dampak Bullying dan Tekanan Sosial, Puskesmas Gelar Edukasi Mental Health
- 25 Apr 2026 05:34 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kesehatan mental remaja menjadi perhatian serius bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Bengkalis. Tim kesehatan jiwa dari Puskesmas Pematang Duku Timur menyambangi MTs Daarussalam untuk menggelar sosialisasi bertajuk “Luka Psikologi”. Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah ini menyasar para siswi kelas VII hingga IX yang dinilai rentan menghadapi tekanan emosional di masa pubertas.
dr. Fany Fitriani, Puskesmas Pematang Duku Timur, menegaskan bahwa kesehatan jiwa memiliki tingkat urgensi yang sama dengan kesehatan fisik. Ia mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, mulai dari dampak perundungan (bullying), tekanan akademik, hingga pengaruh negatif komentar di media sosial.
“Luka psikologi seringkali terabaikan karena tidak terlihat secara fisik. Namun dampaknya bisa sangat besar, bahkan melumpuhkan semangat belajar dan pergaulan. Jika luka di tubuh kita obati, maka luka di hati juga harus disembuhkan. Kalian harus berani mengenali tandanya dan tidak takut mencari bantuan,” tegas dr. Fany di hadapan para siswi.
Kepala MTs Daarussalam, Nurkholidah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan pihak Puskesmas. Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting dalam mendukung perkembangan emosional siswa di lingkungan madrasah.
“Anak-anak kami sedang berada pada fase pencarian jati diri yang sangat dinamis. Kami ingin MTs Daarussalam menjadi ruang aman bagi mereka. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswi menyadari bahwa mereka tidak sendirian dan selalu ada tempat untuk berbagi,” ungkap Nurkholidah.
Sosialisasi dikemas secara interaktif agar lebih mudah dipahami. Para siswi diajak mengikuti berbagai aktivitas seperti journaling untuk mengekspresikan perasaan, teknik grounding melalui latihan pernapasan, serta diskusi kasus yang membahas pemicu rasa tidak percaya diri. Salah satu peserta, Salwa, siswi kelas VIII, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya baru sadar kalau kebiasaan membandingkan diri di media sosial bisa menjadi penyebab luka psikologi. Tadi juga diajarkan cara menghentikan pikiran negatif dan mulai berbicara positif kepada diri sendiri,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak Puskesmas Pematang Duku Timur turut memperkenalkan layanan konseling remaja yang menjamin kerahasiaan identitas. Para siswi didorong untuk tidak ragu mencari bantuan, baik melalui guru BK, orang tua, maupun langsung ke fasilitas kesehatan, apabila mengalami gejala seperti kesedihan berkepanjangan, gangguan tidur, atau kehilangan minat terhadap aktivitas yang disukai.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental semakin meningkat, sehingga para siswi MTs Daarussalam dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, baik secara fisik maupun emosional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....