Bengkalis Siaga Darurat Karhutla, Masalah Kesehatan di Utamakan

  • 07 Apr 2026 16:55 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Sekretaris Daerah Bengkalis, Ersan Saputra, menegaskan bahwa imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar sebenarnya telah disampaikan sejak jauh hari.

“Jauh hari sudah kita sampaikan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam membuka lahan, jangan sampai dengan cara membakar yang justru memicu karhutla,” ujar Ersan, Selasa, 7 April 2026.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem dan musim panas yang sulit diprediksi saat ini turut memperparah situasi. Minimnya sumber air di sejumlah lokasi juga menjadi kendala dalam proses pemadaman.

“Memang saat ini kita berada pada kondisi cuaca ekstrem. Kita berharap hujan segera turun, karena sumber air yang terbatas cukup menghambat upaya pemadaman di lapangan,” jelasnya.

Selain fokus pada penanganan api, Pemkab Bengkalis juga memberi perhatian pada dampak kesehatan masyarakat akibat kabut asap. Dinas Kesehatan telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan maksimal, khususnya bagi warga yang mengalami gangguan saluran pernapasan.

“Kami minta Dinas Kesehatan memberikan pelayanan terbaik, terutama bagi masyarakat yang terdampak asap dan mengalami gangguan pernapasan,” tegas Ersan.

Terkait isu penonaktifan peserta PBI, Ersan memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis dan RSUD di Rupat tetap memberikan layanan tanpa hambatan.

“Jangan ragu untuk berobat. Jika ada kendala, segera laporkan ke pihak rumah sakit atau Dinas Kesehatan. Pemerintah tetap hadir memberikan pelayanan terbaik,” katanya.

Pemkab Bengkalis juga telah menurunkan tim kesehatan ke lokasi terdampak, baik untuk melayani masyarakat maupun petugas pemadam kebakaran di lapangan.

Dalam penanganan darurat, pemerintah daerah akan memaksimalkan anggaran yang tersedia, termasuk melakukan pergeseran anggaran jika diperlukan.

“Kita saat ini dalam kondisi siaga bencana. BPBD diminta menghitung kebutuhan anggaran, dan akan kita lakukan pergeseran agar penanganan karhutla bisa optimal,” ungkap Ersan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....