Karhutla Bengkalis Meluas, Ratusan Hektare Terbakar

  • 06 Apr 2026 19:33 WIB
  •  Bengkalis

RRI CO ID, Bengkalis - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis kian meluas, terutama di Kecamatan Bantan dan Kecamatan Bengkalis. Hingga saat ini, tercatat tujuh desa terdampak dengan luas lahan terbakar mencapai ratusan hektare.

Camat Bantan, Aulia Fikri, mengungkapkan bahwa di wilayahnya terdapat tiga desa yang terdampak, yakni Teluk Lancar, Kembung Luar, dan Kembung Baru.

Sementara di Kecamatan Bengkalis, karhutla melanda Desa Palkun, Sekodi, Kelemantan, dan Kelemantan Barat.

“Api terus merambah dan berdampak ke sejumlah desa. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena luas lahan yang terbakar sudah mencapai ratusan hektare,” ujar Aulia.

Upaya penanganan terus dilakukan secara terpadu. Tim gabungan dari Polda Riau, termasuk Polres Bengkalis, Korem dan kodim, BPBD, Damkar, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api turun langsung ke lokasi kebakaran di Jalan Akit Jaya, Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Senin, 6 April 2026.

Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Asops Kasdam Tuanku Tambusai Kolonel Rendra, Karoops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Kabid Tak Kombes Pol Andi Yul, Kombes Pol Anom Suroto, Dansat Brimob, serta Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar dan Sekda Bengkalis Ersan Saputra.

Karoops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto mengatakan bahwa seluruh personel gabungan masih dalam kondisi baik meski telah berjibaku memadamkan api selama lebih dari satu pekan.

“Alhamdulillah personel kami yang sudah bekerja lebih dari satu minggu hingga dua minggu ini tetap dalam kondisi sehat dan semangat. Kami hadir di sini secara kolaborasi untuk memastikan penanganan berjalan maksimal,” ungkap Ino.

Ia menjelaskan, tantangan utama di lapangan adalah keterbatasan sumber air dan kondisi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi panas akibat fenomena El Nino diperkirakan meningkat hingga puncaknya pada Juni sampai Agustus mendatang.

“Yang menjadi kendala utama adalah sumber air yang terbatas, serta cuaca yang cukup ekstrem. Bahkan diprediksi akan terjadi super El Nino dengan suhu lebih panas dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Ino, berbagai langkah telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari upaya preemtif, preventif, hingga penegakan hukum.

“Upaya preemtif sudah dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat oleh bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga perangkat desa. Tujuannya agar masyarakat lebih sadar dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” katanya.

Selain itu, langkah preventif juga dilakukan melalui patroli bersama serta pembangunan sarana pendukung seperti embung, kanal, dan sumur bor bersama perusahaan.

“Secara preventif, kami terus melakukan patroli dan melibatkan perusahaan untuk menyiapkan sumber air seperti embung dan kanal, sehingga saat terjadi kebakaran tidak kesulitan air,” tambahnya.

Di sisi lain, penegakan hukum juga terus digencarkan. Ino menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir pelaku pembakaran lahan, baik disengaja maupun karena kelalaian.

“Tahun 2025 kami telah mengamankan sekitar 70 tersangka. Sementara di awal 2026 sudah ada 13 tersangka. Ada yang sengaja membuka lahan, ada juga karena kelalaian seperti memancing atau mencari madu lalu tidak memadamkan api,” tegasnya.

Saat ini, kondisi di Desa Kembung Baru masih memprihatinkan. Api masih terus membara dengan ketersediaan air yang terbatas, bahkan sudah mendekati permukiman warga.

Petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman guna mencegah api meluas dan mengancam keselamatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....