Halal Bihalal di Bengkalis: Merajut Silaturahmi dan Memperkuat Jati Diri Melayu

  • 30 Mar 2026 14:45 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Perayaan Idul Fitri di Kabupaten Bengkalis tahun ini semakin bermakna dengan digelarnya dialog interaktif "Negeri Junjungan Menyapa" yang disiarkan langsung oleh RRI Bengkalis, Senin 30 Maret 2026. Acara ini secara khusus mengangkat topik penting mengenai tradisi Halal Bihalal dalam masyarakat Melayu, serta bagaimana tradisi ini dapat dimanfaatkan untuk merajut kembali silaturahmi dan memperkuat jati diri bangsa di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Dialog yang dipandu oleh TSM Iqbal ini menghadirkan narasumber Datuk Drs H. Muhammad Sidik, yang merupakan Anggota Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis. Kehadiran beliau memberikan perspektif mendalam mengenai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Halal Bihalal, serta urgensinya untuk dilestarikan dan diinternalisasi oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Halal Bihalal bukan sekadar ajang saling memaafkan secara formal setelah Idul Fitri. Lebih dari itu, tradisi ini merupakan sarana fundamental untuk merekatkan kembali hubungan sosial yang mungkin renggang selama setahun penuh beraktivitas. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat Melayu Bengkalis untuk meneguhkan kembali identitas budaya mereka yang kaya akan nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, dan saling menghormati,” jelas Sidik.

Dalam diskusi tersebut, dibahas pula tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan tradisi Halal Bihalal di era digital. Datuk Muhammad Sidik menekankan pentingnya adaptasi tanpa kehilangan esensi. LAMR Kabupaten Bengkalis terus berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi melalui berbagai platform, termasuk siaran radio seperti yang dilakukan RRI Bengkalis, agar makna dan semangat Halal Bihalal dapat terus dipahami dan dipraktikkan oleh masyarakat luas.

Selain fokus pada Halal Bihalal, dialog "Negeri Junjungan Menyapa" juga menyinggung agenda penting lainnya yang relevan bagi masyarakat Bengkalis, yaitu Optimalisasi Pelayanan Transportasi di Kabupaten Bengkalis. Hal ini menunjukkan cakupan dialog yang luas, tidak hanya menyentuh aspek budaya dan sosial, tetapi juga pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Siaran langsung di youtube dan facebook ini disambut baik oleh masyarakat Bengkalis, terbukti dari interaksi yang terjadi selama acara berlangsung. Hal ini menandakan tingginya antusiasme publik terhadap isu-isu yang diangkat, serta apresiasi terhadap upaya RRI Bengkalis dalam menyajikan konten yang informatif dan relevan bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, dialog "Negeri Junjungan Menyapa" ini berhasil memberikan pencerahan mengenai pentingnya melestarikan tradisi Halal Bihalal sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan jati diri masyarakat Melayu di Bengkalis. Sinergi antara tokoh adat, lembaga penyiaran seperti RRI, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga warisan budaya bangsa di tengah arus perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....