Keceriaan Anak-anak Warnai Tradisi Colok Bengkalis di Malam Ramadan
- 17 Mar 2026 21:31 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Tradisi Colok Bengkalis kembali memeriahkan malam-malam bulan suci Ramadan di Kabupaten Bengkalis, Riau. Kegiatan tahunan yang telah menjadi warisan budaya masyarakat Melayu ini berlangsung dengan penuh antusias, melibatkan seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak yang turut meramaikan suasana.
Colok Bengkalis merupakan tradisi memasang lampu minyak di sepanjang jalan, halaman rumah, hingga lokasi tertentu yang telah disiapkan warga. Lampu-lampu tersebut disusun membentuk berbagai pola menarik, seperti masjid, kaligrafi, hingga ornamen khas Melayu yang sarat nilai religius dan budaya. Cahaya colok yang temaram menciptakan suasana khas Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan.
Sejak awal Ramadan, warga di berbagai desa mulai mempersiapkan bahan dan peralatan. Mereka bergotong royong membangun rangka colok, mengisi minyak, serta menyusun desain agar tampak indah saat dinyalakan. Anak-anak pun ikut terlibat, baik membantu persiapan seperti mengumpulkan bahan sederhana, maupun menyaksikan proses pembuatan dengan penuh rasa ingin tahu.
Keceriaan tersebut dirasakan oleh Khairi, anak berusia 6 tahun dari Desa Pangkalan Batang Barat. Ia mengaku sangat senang bisa ikut meramaikan tradisi ini bersama teman-temannya.
“Senang kali lihat lampu colok banyak-banyak, cantik. Saya ikut bantu sama kawan-kawan,” ujar Khairi dengan wajah ceria, Selasa 17 Maret 2026.
Menurutnya, momen menyalakan colok menjadi pengalaman yang menyenangkan karena bisa berkumpul, bermain, dan menikmati suasana malam Ramadan yang berbeda dari biasanya. Ia juga berharap tradisi ini tetap ada setiap tahun agar ia bisa kembali merasakannya.
Sementara itu, pemerintah daerah setempat terus mendorong pelestarian tradisi ini dengan mengadakan lomba colok antar desa. Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas, kerapian, serta kekompakan tim dalam menampilkan karya terbaik.
Tradisi Colok Bengkalis tidak hanya menjadi ajang memperindah lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Keterlibatan anak-anak dalam tradisi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal sejak dini, sehingga warisan ini tetap lestari dan terus hidup di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....