Tradisi Lampu Colok Bengkalis 2026 Kembali Diperlombakan
- 06 Mar 2026 16:32 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis — Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga memastikan tradisi lampu colok tahun 2026 kembali dilombakan untuk menyemarakkan malam-malam terakhir Ramadan.
Tradisi lampu colok merupakan salah satu budaya khas masyarakat Bengkalis yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk syiar Islam sekaligus semarak menyambut Hari Raya Idulfitri.
Bupati Bengkalis, Kasmarni, mengatakan pemerintah daerah tetap berupaya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah menjadi kebiasaan masyarakat, termasuk tradisi lampu colok, meskipun saat ini pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
“Seperti biasa kita tetap mempersiapkan kegiatan-kegiatan yang memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Insyaallah lampu colok tetap kita laksanakan,” ujarnya, Jumat 6 Maret 2026.
Ia menilai tradisi lampu colok bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Negeri Junjungan.
Di berbagai desa di Bengkalis, masyarakat biasanya membangun menara lampu colok dengan berbagai bentuk dan ornamen menarik. Lampu-lampu minyak disusun sedemikian rupa sehingga membentuk pola tertentu yang indah saat dinyalakan pada malam hari.
Ketua Menara Lampu Colok Titik 2 Desa Pangkalan Batang Barat, Syahrul, mengaku bersyukur karena tahun ini festival lampu colok kembali dilombakan. Menurutnya, perlombaan tersebut menjadi penyemangat bagi para pemuda untuk terus melestarikan tradisi budaya Ramadan di Bengkalis.
“Alhamdulillah tahun ini kembali dilombakan. Ini tentu menambah semangat pemuda dan masyarakat untuk membangun menara colok,” katanya.
Syahrul menjelaskan, pembangunan satu menara lampu colok membutuhkan biaya yang cukup besar, bahkan bisa mencapai sekitar Rp20 juta. Dana tersebut biasanya diperoleh dari bantuan desa, sumbangan masyarakat, serta penggalangan dana yang dilakukan panitia.
Ia menambahkan, menara lampu colok yang dibangun di wilayahnya tahun ini mengusung desain berbentuk masjid. Saat ini proses pengerjaan hampir selesai dan tinggal tahap penyempurnaan sebelum didirikan.
Seperti tradisi sebelumnya, lampu colok di berbagai wilayah Bengkalis akan dinyalakan selama tiga malam terakhir Ramadan, yakni malam ke-27, 28, dan 29.
Melalui pelaksanaan festival ini, pemerintah daerah berharap tradisi lampu colok tetap terjaga sebagai warisan budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....