Warga Buantan Besar Keluhkan Sulitnya Akses Air Bersih
- 25 Feb 2026 11:01 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Siak - Masyarakat Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau. Mereka berharap pemerintah dapat memasang Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) agar kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi.
Kepala Desa Buantan Besar, Suwanto, mengatakan pihaknya setiap tahun telah mengusulkan program air bersih melalui anggaran pusat. "Kami di sini, persoalannya air bersih. Apalagi ketika musim kemarau seperti saat ini, sulit mendapatkan air, Kami berharap betul air bersih ini minimal untuk MCK dan untuk Padi saja lah," kata Suwanto, saat Musrenbang Kecamatan di aula Kantor Penghulu Buantan Besar, Selasa, 25 Februari 2026.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Siak, Ardi Irfandi, menjelaskan kendala utama terletak pada kapasitas dan tekanan air yang masih terbatas. “InsyaAllah, kami akan lanjutkan usulan lama di 2027. Tapi kalau saat ini kita paksakan menambah banyak SR atau penyambungan air bersih ke rumah. Saya khawatir masyarakat kecewa karena tekanannya menurun, nanti malah air tidak sampai ke rumah," terang dia.
Ardi menambahkan, pihaknya akan meningkatkan kapasitas sistem terlebih dahulu sebelum melakukan penambahan sambungan rumah. "Jadi kita coba upgrade dulu sistem pengelolaan airnya. Kalau tekanan sudah stabil, baru kita hitung, dengan pompa segini bisa melayani berapa rumah,” tambahannya.
Sementara itu, Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan pelayanan dasar masyarakat, termasuk air bersih, harus menjadi prioritas pemerintah. “Masalah air bersih ini hampir tiap hari saya bicarakan dengan Pak Kadis. Macam-macam cobaan PDAM kita ini, mulai dari tekanan air, obat dan sebagainya," ucap Afni.
Afni juga menginstruksikan dinas terkait untuk segera mencari solusi tanpa mengurangi kualitas pelayanan. "Jadi bapak ibu, kita memang efisiensi, tapi saya bilang tidak boleh efisiensi pada pelayanan dasar, termasuk salah satunya Dinas PU. PU dan turunannya tidak boleh ada efisiensi, Cuman tinggal prioritas yang mana kita kerjakan,” tegas nya. Pemerintah daerah juga akan memaksimalkan sistem yang ada dan membuka peluang dukungan dari pemerintah pusat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....