Air Waduk Kritis, Perumda Tirta Terubuk Lakukan Terobosan
- 10 Feb 2026 11:42 WIB
- Bengkalis
RRI,CO.ID, Bengkalis - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Terubuk Bengkalis terus melakukan berbagai inovasi dan terobosan guna meningkatkan produksi air baku demi keberlangsungan pendistribusian air bersih kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan menyusul kondisi air Waduk Wonosari yang saat ini dinilai sudah sangat kritis akibat musim kemarau dan minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Terubuk Bengkalis, Abel Iqbal, ST, didampingi Kepala Bagian Teknik Harry Kumbara, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang untuk mengatasi kekurangan air baku.
“Melihat kondisi seperti ini yang hampir selalu terjadi setiap musim kemarau, kami sudah menyiapkan target penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Abel, Selasa, 10 Februari 2026.
Untuk program jangka pendek, Perumda berencana melakukan normalisasi pembuangan air kanal kebun sawit yang dikelola oleh Koperasi Meskom Sejati (KMS).
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan pertemuan dengan Ketua KMS untuk meminta izin memanfaatkan air kanal sisa pengelolaan kebun sawit sebagai tambahan air baku,” tuturnya.
Selain itu, Perumda juga akan membangun kanal di garis sempadan antara lahan milik masyarakat dan lahan milik Pemerintah Daerah dengan panjang sekitar 5 kilometer. Kanal tersebut diharapkan dapat menjadi cadangan air baku saat musim kemarau.
Sementara untuk jangka menengah, Perumda akan memanfaatkan air sungai sebagai sumber air baku dengan membangun sekat pintu air.
“Untuk rencana ini, kami akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas PUPR Bengkalis,” kata Abel.
| Baca juga: Perumda Tirta Terubuk Antisipasi Krisis Air |
Adapun program jangka panjang, Perumda berencana memanfaatkan air kanal milik PT. MAS pada titik pembuangan yang berjarak sekitar 9 kilometer dari waduk Perumda.
“Kami sudah berkomunikasi dengan BWSDA Riau. Mudah-mudahan pada tahun 2027 mendatang kegiatan ini dapat direalisasikan dengan menggunakan anggaran APBN,” ucapnya.
Sementara itu, Kabag Teknik Perumda Tirta Terubuk Bengkalis, Harry Kumbara, mengungkapkan bahwa kondisi tanah gambut di sekitar Waduk Wonosari turut mempercepat penyusutan air saat musim kemarau.
“Dengan kultur tanah gambut, ketika musim kemarau datang, air baku di waduk akan cepat menyusut. Saat ini, baru sekitar satu bulan tidak turun hujan, air waduk sudah berkurang hampir 70 persen,” katanya.
Menurut Harry, kondisi tersebut menjadi faktor utama terjadinya kekurangan produksi air baku di Kecamatan Bengkalis. Ia menilai, idealnya Bengkalis membutuhkan tambahan minimal tiga waduk baru.
“Dengan adanya beberapa waduk tambahan, stok air baku akan tetap tersedia meskipun terjadi kemarau panjang,” ujarnya.
Menghadapi kondisi musim kemarau saat ini, pihak Perumda juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif dengan melakukan penghematan air.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air seperlunya dan lebih bijak dalam pemakaian, demi keberlangsungan pelayanan air bersih,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....