Festival Layang Wau Bengkalis Ajang Edukasi Pelestarian Tradisi
- 01 Feb 2026 22:12 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, BENGKALIS - Festival Layang-Layang Wau Laksamana Bengkalis yang diselenggarakan oleh Pengurus Perkumpulan Layang-Layang Wau Bengkalis (PLWB) berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Pasir Andam Dewi, Bengkalis.
Festival tersebut diikuti sebanyak 200 peserta yang terdiri atas 100 pelajar dan 100 peserta umum. Perlombaan mempertandingkan kategori Layang-Layang Wau Kurau Jantan dan Wau Kurau Betina. Khusus peserta umum, panitia juga menambahkan kategori Wau Bulan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis, Susi Hartati, yang turut ambil bagian sebagai peserta satu-satunya perempuan, menilai kegiatan ini sangat positif, terutama bagi anak-anak di tengah maraknya penggunaan gawai.
“Kegiatan ini sangat positif bagi perkembangan anak-anak. Saat ini banyak anak lebih sering bermain gawai dan cenderung menyendiri. Dengan bermain layang-layang, anak-anak bisa beraktivitas di luar ruangan, berinteraksi dengan sesama, dan mendapatkan pengalaman baru,” ujar Susi, Minggu 1 Februari 2026.
Ia menambahkan, permainan layang-layang tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak, tetapi juga bagi orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Menurutnya, festival ini turut berperan dalam melestarikan tradisi serta mengangkat marwah budaya Bengkalis, memperkenalkan kepada Masyarakat bahwa Bengkalis ada layang-layang khas daerah Bengkalis, yakni Layang Wau Kurau Jantan dan Wau Kurau Betina.
“Walaupun saya tidak meraih juara, festival ini sangat seru dan menyenangkan. Menaikkan layang-layang menjadi pengalaman tersendiri bagi saya. Setiap akhir saya sering bermain layang-layang di Lapangan Pasir Andam Dewi, seru-seruan aja dan sekailan berolahraga” tambahnya.

Muhammad Hafid, siswa SD Negeri 50 Bengkalis juara pertama Festifal Layang Wau Laksamana Bengkalis. ( foto; RRI/ Maimunah)
Sementara itu, Muhammad Hafid, siswa SD Negeri 50 Bengkalis yang berhasil meraih juara pertama, mengaku sempat mengalami kesulitan saat menerbangkan layang-layang karena kondisi angin yang tidak stabil.
“Saya sangat senang bisa meraih juara pertama di Festival Layang-Layang Wau ini. Kesulitannya saat angin tidak ada, tapi tetap senang. Saya juga mengajak teman-teman untuk bermain layang-layang,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....