Retret PWI Tekankan Disiplin dan Integritas
- 31 Jan 2026 07:53 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026 memasuki hari kedua pelaksanaan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara, Bogor, Jumat 30 Januari 2026. Pada hari kedua ini, peserta mendapatkan rangkaian kegiatan yang menitikberatkan pada penguatan disiplin, kebersamaan, serta kesadaran kebangsaan insan pers.
Kegiatan diawali sejak pagi dengan olahraga bersama. Selain bertujuan menjaga kebugaran fisik, aktivitas tersebut juga menjadi sarana mempererat solidaritas dan membangun kekompakan antarsesama wartawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Apel disiplin bagi peserta Retreat pada Jum'at (30/1). (Foto Humas PWI)
Usai olahraga, peserta mengikuti latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Melalui latihan ini, peserta dilatih untuk meningkatkan kedisiplinan, fokus, rasa tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam satu komando. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai fondasi karakter wartawan yang profesional dan berintegritas.
Rangkaian kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan pembekalan materi Nilai Dasar Bela Negara. Materi ini bertujuan memperkuat kesadaran kebangsaan insan pers agar mampu menjalankan tugas jurnalistik secara bertanggung jawab, berpihak pada kepentingan publik, serta berkontribusi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Apel malam bagi Peserta Retreat. (Foto Humas PWI).
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan seluruh agenda pada hari kedua retret dirancang secara khusus untuk menanamkan nilai-nilai dasar yang harus melekat pada diri wartawan PWI.
“Hari kedua ini menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan rasa kebersamaan. Wartawan PWI harus memiliki karakter yang kuat, tidak mudah goyah, serta selalu menempatkan kepentingan bangsa dan masyarakat di atas kepentingan pribadi,” ujar Akhmad Munir.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menilai pembekalan bela negara memiliki relevansi yang kuat dengan peran strategis pers di tengah dinamika informasi saat ini.
“Nilai bela negara bukan soal militeristik, tetapi soal sikap. Wartawan harus memiliki kesadaran kebangsaan, etika, dan integritas agar produk jurnalistik yang dihasilkan memberi manfaat serta menjaga kepercayaan publik,” kata Zulmansyah.O
Pada hari kedua Retret PWI ini, peserta juga mengikuti sesi pembekalan dari enam pembicara tamu yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga negara. Mereka di antaranya Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Direktur Politik Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Akbar Ali, serta perwakilan dari Kementerian Koperasi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dari Kementerian Koperasi hadir Staf Ahli Hubungan Antarlembaga Henny Navilah, sementara dari BNPB diwakili Kepala Bidang Komunikasi Kebencanaan Dodi Yoeleva, yang keduanya tampil sebagai narasumber dalam sesi pembekalan tersebut.
Melalui pelaksanaan Retret PWI ini, diharapkan insan pers semakin memiliki disiplin, integritas, serta kesadaran kebangsaan yang kokoh dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.
Retret PWI merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir terkait penguatan nilai kebangsaan dan bela negara bagi insan pers.
Melalui kerja sama tersebut, PWI bersama Kementerian Pertahanan berkomitmen membangun wartawan yang tidak hanya profesional secara jurnalistik, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, etika, dan tanggung jawab kebangsaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....