Wabup Bengkalis Dorong OPD Gali Potensi Daerah
- 28 Jan 2026 18:54 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pemerintah desa untuk menggali potensi daerah secara maksimal guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Asli Desa (Pades). Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi fiskal saat ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis, Bagus Santoso, saat dikonfirmasi RRI pada Rabu, 28 Januari 2026.
Menurut Bagus, penurunan anggaran terjadi hampir di semua level pemerintahan, mulai dari APBN, APBD Provinsi, hingga APBD Kabupaten Bengkalis. Kondisi tersebut menuntut seluruh pihak untuk lebih cermat dan kreatif dalam menyusun program pembangunan.
“Hari ini kita sama-sama paham, kondisi APBN, APBD provinsi, hingga APBD Kabupaten Bengkalis semuanya mengalami penurunan. Ini menjadi tugas kita bersama bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah dan pendapatan asli desa,” ujar Bagus.
Ia menekankan pentingnya penyusunan program prioritas yang realistis dan benar-benar berdampak bagi masyarakat. Bagus mengungkapkan, pada Tahun Anggaran 2026, belanja modal Pemkab Bengkalis hanya berkisar Rp300 miliar, sementara belanja pegawai mencapai sekitar Rp1,3 triliun.
“Kalau diibaratkan membangun rumah, dana untuk beli semen, pondasi, sampai genteng hanya Rp300 miliar, sementara bayaran tukangnya Rp1,3 triliun. Ini menjadi kewaspadaan kita bersama,” jelasnya.
Meski demikian, Bagus menegaskan bahwa pelayanan publik dan sosial kepada masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah. Namun, kondisi ketimpangan antara belanja modal dan belanja pegawai harus disikapi dengan langkah strategis.
Ia pun mendorong OPD, camat, dan kepala desa agar tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi aktif menggali potensi sumber daya alam dan potensi ekonomi daerah sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku.
“Menghabiskan anggaran yang ada itu semua orang bisa. Tapi yang menjadi keunggulan adalah bagaimana kepala dinas, camat, dan kepala desa bisa membawa program dan kegiatan dari provinsi maupun pusat ke Kabupaten Bengkalis,” tegasnya.
Selain itu, Bagus juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan relasi, baik dengan DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, maupun pemerintah di tingkat atas, sebagai upaya menarik anggaran pembangunan ke daerah.
Tak kalah penting, sinergi dan kolaborasi dengan pihak swasta juga menjadi kunci percepatan pembangunan.
“Membangun daerah ini bukan hanya beban pemerintah. Ada peran swasta dan masyarakat. Potensinya ada, perusahaan ada, mari kita bangun Bengkalis bersama-sama,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....