Anisa Humairo Ranner Up 1 Puteri Kebudayaan Bengkalis
- 26 Jan 2026 04:55 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Anisa Humairoh berhasil meraih Runner Up I Puteri Kebudayaan Kabupaten Bengkalis 2026. Malam puncak pemilihan digelar pada Minggu, 25 Januari 2026. Prestasi ini menjadi kehormatan sekaligus awal baru dalam perjalanan advokasi kebudayaan yang diusung Anisa, khususnya dalam pelestarian wastra dan tenun daerah Bengkalis.
Bagi Anisa, capaian tersebut bukanlah akhir dari sebuah kompetisi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk berkontribusi nyata bagi kebudayaan daerah. Ia meyakini kebudayaan merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan dan menjadi identitas kuat bagi generasi muda.
Sebagai Puteri Kebudayaan Kabupaten Bengkalis 2026 Runner Up I, Anisa berkomitmen mengangkat potensi budaya Riau, khususnya Bengkalis, melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan generasi masa kini. Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah memproduksi konten-konten budaya dengan kemasan menarik dan inovatif di berbagai platform digital.
Menurut Anisa, pelestarian budaya tidak harus bertentangan dengan modernitas. Ia menilai teknologi justru dapat menjadi sarana strategis untuk memperluas jangkauan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
“Kita tidak perlu memilih antara menjadi modern atau berbudaya. Kita bisa menjadi keduanya. Saat teknologi dipadukan dengan tradisi, budaya justru mendapat kesempatan untuk bertahan hidup di masa depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa melestarikan budaya bukan berarti harus kaku mengikuti pakem masa lalu, melainkan melakukan rekontekstualisasi agar budaya tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Lihatlah bagaimana batik dan tenun kini dipadukan dengan sneakers atau jaket oversized. Budaya tidak lagi hanya hadir di upacara adat, tetapi juga di kafe, kantor dan panggung konser. Cultural heritage is our legacy, and I am ready to be its voice,” ungkap Anisa.
Melalui perannya sebagai Puteri Kebudayaan, Anisa berharap generasi muda dapat menjadi jembatan antara warisan leluhur dan masa depan yang serba cepat. Ia optimistis bahwa budaya akan tetap hidup selama nilai dan jiwanya dijaga, meski bentuk penyampaiannya terus berkembang mengikuti zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....