Bupati Kasmarni Buka Festival Lampu Colok

  • 17 Mar 2026 07:12 WIB
  •  Bengkalis

RRI CO.ID, Bengkalis - Bupati Bengkalis Kasmarni secara resmi membuka Festival Lampu Colok Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya tak benda masyarakat Melayu menjelang malam ke-27 bulan suci Ramadan sekaligus menyongsong Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Jalan Utama Dusun Kampung Parit, Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, Senin malam, 16 Maret 2026.

Festival ini kembali digelar meriah dengan partisipasi masyarakat yang menampilkan berbagai kreasi lampu colok yang tersusun rapi dan artistik di sepanjang jalan kampung.

Bupati dan unsur forkopimda serta perangkat desa berfoto bersama usai penyalaan lampu colok (Foto : RRI/TSM)

Dalam sambutannya, Kasmarni menyampaikan bahwa Festival Lampu Colok merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.

“Festival Lampu Colok ini merupakan warisan budaya tak benda yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Selain memperindah suasana kampung, tradisi ini juga memperkuat nilai kebersamaan, kekompakan, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Kasmarni, Senin 16 Maret 2026 malam.

Ia menjelaskan, tradisi lampu colok tidak hanya sekadar menyalakan lampu minyak sebagai penerang di malam hari, tetapi juga menjadi simbol kreativitas masyarakat dalam menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya, melalui festival tersebut masyarakat tidak hanya menampilkan keindahan cahaya lampu colok, tetapi juga meneguhkan identitas budaya Kabupaten Bengkalis sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, menyebutkan bahwa meskipun saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran di berbagai sektor, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tetap berkomitmen menjaga dan melestarikan tradisi budaya masyarakat.

“Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran, Festival Lampu Colok tahun ini tetap kita laksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam kegiatan positif,” kata Edi Sakura.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Bank Riau Kepri Syariah yang turut berpartisipasi dalam membantu pelaksanaan festival.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Riau Kepri Syariah yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini melalui dukungan anggaran untuk hadiah serta bantuan operasional bagi para peserta,” tambahnya.

Festival Lampu Colok tahun ini diikuti sebanyak 13 menara lampu dari beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Bengkalis, Bantan, Siak Kecil, dan Kecamatan Rupat. Selain peserta yang mengikuti perlombaan, sejumlah menara lampu colok lainnya juga turut dipasang oleh masyarakat dan menjadi tontonan menarik bagi warga yang datang menyaksikan festival tersebut.

Melalui pelaksanaan festival ini, diharapkan semangat kebersamaan masyarakat terus terjaga sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi daerah. Selain itu, Festival Lampu Colok juga menjadi salah satu daya tarik budaya yang mampu mempererat silaturahmi masyarakat serta memperkuat identitas budaya Kabupaten Bengkalis di tengah perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....