Lomba Lampu Colok Bengkalis Kembali Digelar, Pemuda Sambut Antusias

  • 07 Mar 2026 20:26 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis — Kabar kembali digelarnya lomba Lampu Colok di Kabupaten Bengkalis disambut antusias oleh para pemuda dan masyarakat yang selama ini aktif melestarikan tradisi tersebut di berbagai desa.

Ketua Menara 2 Lampu Colok Pangkalan Batang Barat, Syahrul, mengatakan pemuda di daerahnya telah mempersiapkan pembangunan menara lampu colok sejak beberapa waktu terakhir. Ia menyebut keputusan untuk kembali melombakan tradisi ini memberikan semangat baru bagi para panitia dan masyarakat.

“Alhamdulillah kalau kembali dilombakan tentu kami senang. Dari awal pemuda memang sudah menargetkan untuk ikut lomba dan mempersiapkan pembangunan menara lampu colok,” kata Syahrul saat diwawancarai RRI, Sabtu 7 Maret 2026.

Menurutnya, tradisi lampu colok merupakan warisan budaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap menjelang akhir Ramadan. Selain menghadirkan pemandangan indah pada malam hari, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan warga kampung.

Pembangunan menara lampu colok biasanya dilakukan secara gotong royong oleh pemuda dan masyarakat setempat. Dana pembangunan berasal dari berbagai sumber, seperti bantuan desa, pengajuan proposal kepada sejumlah pihak, serta sumbangan masyarakat.

Syahrul menjelaskan biaya pembangunan satu menara lampu colok bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung desain dan bahan yang digunakan.

“Kalau untuk satu menara, paling kecil sekitar Rp20 juta. Itu pun kalau ada bahan yang masih bisa dipakai dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Meski membutuhkan biaya cukup besar, antusiasme masyarakat untuk mendukung tradisi lampu colok tetap tinggi. Banyak warga yang ikut menyumbang serta membantu proses pembangunan menara.

Bahkan, kata Syahrul, masyarakat sering menanyakan kepada panitia apabila pembangunan lampu colok belum dimulai seperti biasanya.

“Terkadang masyarakat bertanya kenapa belum dibuat. Artinya mereka memang menunggu tradisi ini setiap Ramadan,” katanya.

Untuk tahun ini, menara lampu colok yang dibangun di Pangkalan Batang Barat mengusung desain berbentuk masjid. Proses pengerjaan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal tahap penyelesaian sebelum ditegakkan.

Lampu colok sendiri biasanya dinyalakan selama tiga malam terakhir Ramadan, yakni malam ke-27, 28, dan 29. Pada malam tersebut masyarakat biasanya datang berkeliling kampung untuk menikmati keindahan menara lampu colok yang menyala di berbagai titik desa.

Syahrul berharap tradisi lampu colok di Bengkalis dapat terus dipertahankan dan dilestarikan oleh generasi muda, sehingga tetap menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus bagian dari identitas budaya daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....