Dari Menyeru Sholat ke Panggilan Baitullah
- 19 Feb 2026 22:10 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Suara azannya selama ini menggema memanggil umat menuju masjid Al Khoirot Desa Pambang. Kini, langkahnya sendiri yang memenuhi panggilan Allah menuju Baitullah. M Yunus, Seorang muadzin masjid berangkat menunaikan umroh Ramadan setelah bertahun-tahun menyimpan rindu dan menabung dari hasil melaut.
Keberangkatan itu menjadi momen haru bagi keluarga. Putri bungsunya, Sumi Purwayi, yang kini menjabat sebagai kepala sekolah di SMPS Bequranic Bengkalis, menceritakan bagaimana kerinduan sang ayah kepada Ka’bah begitu mendalam.
Menurut Sumi, sejak dua tahun terakhir ayahnya menggunakan telepon genggam Android. Namun yang paling sering ditonton bukan hiburan, melainkan siaran langsung dari Masjidil Haram.
“Kalau buka HP, tak ada putaran lain. Putaran Ka’bah terus. Belajar dia banyak dari situ. Kadang apa yang kami tak tahu, dia yang lebih tahu,” ujarnya kepada RRI.
Kerinduan itu kerap berujung air mata. Setiap mendengar kisah tentang Ka’bah atau Tanah Suci, M. Yunus tak mampu menahan tangis. Bahkan saat mengikuti manasik, ia beberapa kali terlihat menunduk menahan haru.
“Kalau bercakap tentang Ka’bah, dia tak pernah tak menangis. Pernah dia bilang, kalau Allah izinkan, ingin meninggal di sana. Kami cuma bisa minta bapak sehat dan pulang dengan selamat,” tutur Sumi dengan suara bergetar.
Perjalanan menuju Tanah Suci bukan perkara mudah. Sejak usia enam tahun, M. Yunus telah melaut. Ia juga mengurus kebun sawit demi menghidupi keluarga. Dari hasil itulah ia menyisihkan sedikit demi sedikit biaya umroh. Anak-anaknya turut membantu sesuai kemampuan, bergotong royong menyiapkan perlengkapan dan kebutuhan perjalanan.
Bagi keluarga, sosok M. Yunus adalah teladan kesederhanaan dan keteguhan iman. Meski tidak menempuh pendidikan tinggi, semangat belajarnya tak pernah surut. Ceramah agama di televisi dan tayangan langsung dari Tanah Suci menjadi penguat tekadnya.
Dari seorang muadzin yang setiap hari menyeru umat untuk sholat ke masjid, kini ia sendiri memenuhi panggilan Allah ke Baitullah. Keberangkatannya bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi juga kisah tentang kesabaran, kerja keras, dan keyakinan bahwa panggilan suci akan datang pada waktunya.
Doa keluarga dan warga Desa Pambang mengiringi langkahnya, berharap ia diberi kesehatan dan kembali dengan umroh yang mabrur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....