Macam-macam Tradisi Selama Ramadan di Berbagai Negara

  • 19 Feb 2026 16:05 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Bulan Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga menciptakan keberagaman tradisi yang mencerminkan kekayaan budaya umat Muslim di seluruh dunia. Setiap negara memiliki cara tersendiri dalam menyambut dan menjalani bulan suci ini, mulai dari kebiasaan membersihkan diri sebelum Ramadan, menyalakan simbol perayaan, hingga kegiatan sosial yang mempererat kebersamaan masyarakat.

Keanekaragaman tradisi tersebut memperlihatkan Ramadan bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan juga ruang ekspresi budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Meskipun berbeda dalam pelaksanaan, seluruh tradisi tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menumbuhkan rasa syukur, kebersamaan, dan kedekatan spiritual selama bulan suci ramadan.

Berikut berbagai tradisi Ramadan dari sejumlah negara yang memperkaya makna perayaan bulan suci di berbagai belahan dunia dikutip dari laman ANTARA:

1. Fanous di Mesir

Masyarakat Mesir menyambut Ramadhan dengan menyalakan lentera berwarna-warni yang dikenal sebagai Fanous. Tradisi ini berakar dari masa Dinasti Fatimiyah ketika warga Kairo menyalakan lentera untuk menyambut kedatangan Khalifah Al-Mu’izz li-Din Allah. Hingga kini, Fanous menjadi simbol kegembiraan dan kebersamaan selama di bulan Ramadhan.

2. Tembakan Meriam di Lebanon

Di Lebanon, tradisi menembakan meriam saat waktu berbuka menjadi penanda berakhirnya puasa. Tradisi ini berasal dari masa Kesultanan Ottoman di Mesir dan kemudian menyebar ke berbagai negara Timur Tengah. Bunyi meriam menjadi isyarat bagi masyarakat bahwa waktu berbuka telah tiba.

3. Tabuhan Genderang di Turki

Turki memiliki tradisi penabuh genderang yang berkeliling pada malam hari untuk membangunkan masyarakat sahur. Para penabuh mengenakan pakaian tradisional Ottoman sambil memainkan genderang di jalanan, memastikan warga bangun tepat waktu untuk sahur.

4. Seheriwalas di India

Di India, khususnya wilayah Delhi, terdapat tradisi Seheriwalas, yakni masyarakat yang berkeliling menjelang sahur sambil menyerukan pujian keagamaan/religius dan mengetuk pintu rumah warga agar bersiap makan sahur. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi budaya lokal.

5. Garangao di Qatar

Di Qatar, malam ke-15 Ramadan dirayakan dengan tradisi Garangao. Anak-anak mengenakan pakaian tradisional, bernyanyi, dan berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan permen, mencerminkan kegembiraan sekaligus kebersamaan komunitas selama Ramadhan.

6. Kanon Ramadan di Uni Emirat Arab

Tradisi menembakkan meriam untuk menandai waktu berbuka puasa di Uni Emirat Arab dikenal sebagai Kanon Ramadhan. Praktik yang telah berlangsung selama berabad-abad ini menjadi salah satu cara tradisional untuk mengumumkan waktu berbuka.

7. Bazar Ramadan di Malaysia

Di Malaysia, bazar Ramadhan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat selama bulan suci. Beragam makanan tradisional hingga jajanan populer dijajakan, menjadikan bazar bukan hanya tempat membeli hidangan berbuka, tetapi juga ruang berkumpul dan bersosialisasi.

8. Tadarus di Brunei Darussalam

Masyarakat Brunei memeriahkan Ramadan dengan tradisi tadarus, yaitu membaca Al-Qur’an secara bersama di masjid atau rumah. Kegiatan ini tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial.

9. Qatayef di Yaman

Di Yaman, pembuatan kue khas Ramadan bernama Qatayef menjadi tradisi yang dinantikan. Kue berisi kacang atau keju ini disajikan saat berbuka puasa dan dinikmati bersama keluarga, mencerminkan kehangatan kebersamaan.

10. Chaand raat di Pakistan

Di Pakistan, tradisi Chaand Raat menjadi momen yang dinantikan menjelang Idul Fitri. Ketika hilal terlihat sebagai tanda berakhirnya Ramadan, para perempuan biasanya berbondong-bondong menuju pasar untuk membeli perhiasan serta menghias tangan dan kaki dengan henna. Suasana pasar pun terasa hidup karena tetap buka hingga larut malam, sehingga menghadirkan kemeriahan khas menjelang hari raya.

Setiap tradisi yang berkembang selama bulan Ramadhan mencerminkan kekayaan budaya umat Muslim di berbagai negara. Keunikan tersebut menunjukkan bahwa meskipun dirayakan dengan cara berbeda, nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kegembiraan tetap menjadi benang merah yang menyatukan perayaan bulan suci di seluruh dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....