Persiapan dan Tipe Umroh Saat Ramadan

  • 01 Feb 2026 06:42 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Menunaikan ibadah umroh di bulan Ramadan menjadi impian banyak umat Muslim. Suasana ibadah yang lebih khusyuk, pahala yang berlipat, serta nuansa spiritual yang kuat menjadikan Ramadan waktu istimewa di Tanah Suci. 

Namun di balik keutamaannya, umroh Ramadan juga menuntut persiapan yang lebih matang, terutama bagi jamaah sepuh dan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Tour Leader Arminareka, Nabila Fitri, mengatakan kesiapan fisik, mental, dan spiritual menjadi kunci agar jamaah dapat menjalani ibadah dengan aman dan nyaman.

“Umroh Ramadan itu luar biasa keutamaannya, tapi juga cukup menguras tenaga. Karena itu jamaah perlu mempersiapkan diri sejak jauh hari,” ujar Nabila Fitri, Kamis 5 Februari 2026.

Menurutnya, menjaga kesehatan sebelum berangkat merupakan langkah awal yang tidak boleh diabaikan. Jemaah dianjurkan membiasakan diri berjalan kaki, mengatur pola makan, memperbanyak minum air, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan. Persiapan ini penting mengingat aktivitas thawaf, sa’i, dan shalat berjamaah di bulan Ramadan cenderung lebih padat.

Selain fisik, pengelolaan energi juga menjadi hal utama. Nabila mengingatkan jamaah agar bijak mengatur waktu ibadah dan istirahat.

“Tidak harus memaksakan semua ibadah sunnah. Pilih yang utama dan sesuaikan dengan kemampuan agar ibadah wajib tetap maksimal,” katanya.

Perlengkapan penunjang seperti sandal yang nyaman, tumbler untuk air zamzam, payung, serta obat-obatan pribadi juga disarankan untuk dibawa. Hal-hal sederhana ini dinilai sangat membantu, terutama saat beribadah dalam kondisi berpuasa. Khusus bagi jemaah sepuh dan jamaah yang memiliki riwayat sakit, Nabila menekankan pentingnya tidak memaksakan diri.

“Ibadah yang paling baik adalah yang sesuai kemampuan. Jangan sampai niat ibadah justru mengorbankan kesehatan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan penggunaan kursi roda atau pendamping bukanlah hal yang perlu disesali.

“Kursi roda itu ikhtiar. Dengan bantuan tersebut, jamaah tetap bisa beribadah dengan aman dan lebih khusyuk,” tuturnya.

Asupan makanan saat sahur dan berbuka juga perlu diperhatikan, terutama bagi jamaah sepuh. Makanan bergizi, mudah dicerna, serta cukup cairan sangat dianjurkan. Obat-obatan pribadi harus diminum sesuai jadwal, meskipun di tengah kesibukan ibadah.

“Kesehatan itu amanah. Jangan menunda minum obat demi mengejar ibadah,” tegas Nabila.

Ia juga menegaskan istirahat merupakan bagian dari ibadah. Tidur yang cukup justru membantu jamaah tetap kuat dan fokus dalam beribadah. Jemaah sepuh dan sakit diminta aktif berkomunikasi dengan tour leader atau pembimbing jika mengalami keluhan kesehatan.

Menurut Nabila, umroh Ramadan bukan tentang seberapa banyak rangkaian ibadah yang dilakukan, melainkan tentang keikhlasan, kesabaran, dan kesungguhan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah.

“Kalau niatnya lurus dan kita saling menjaga, insyaAllah umroh Ramadan akan menjadi perjalanan iman yang indah dan penuh makna,” tuturnya.

Dengan persiapan yang matang dan pemahaman akan kemampuan diri, jemaah termasuk jemaah sepuh dan sakit tetap dapat merasakan kekhusyukan umroh Ramadan. Di Tanah Suci, setiap langkah yang dijalani dengan niat tulus akan bernilai ibadah di sisi Allah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....