Festival Lampu Colok Bengkalis 2025 Resmi Dibuka Meriah
- 27 Mar 2025 01:15 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Tradisi Festival Lampu Colok 2025 kembali menerangi Kabupaten Bengkalis dalam perayaan malam 27 Likur, tiga malam sebelum Idul Fitri.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso, mewakili Bupati Kasmarni, pada Rabu malam, 26 Maret 2025, di Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis.
Bagus Santoso menegaskan pentingnya melestarikan lampu colok sebagai bagian dari warisan budaya tak benda yang telah diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terus berkomitmen menjaga tradisi ini.

Wakil bupati Bengkalis Bagus Santoso sedang menghidupkan lampu colok di Desa Senggoro kecamatan Bengkalis bersama undangan lainnya (Foto Rep RRI TSM)
"Kami menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi kepada semua pihak yang senantiasa berkomitmen tinggi untuk terus melestarikan kearifan lokal lampu colok yang kita laksanakan setiap tahun sempena menyambut datangnya Idul Fitri," ujar Bagus Santoso.
Menurutnya, festival ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga memiliki nilai syi'ar Islam yang mendalam.
"Salah satu di antaranya adalah menumbuhkan serta mempererat semangat persaudaraan, kekompakan, kepedulian, serta gotong royong di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda kita," tambahnya.
Dukungan Disparbudpora Bengkalis
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, menjelaskan bahwa jumlah peserta festival tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun ini, peserta yang berpartisipasi lebih banyak dibanding tahun lalu. Ada dari Kecamatan Rupat, Bhatin Solapan, Bantan, Bukit Batu, dan Kecamatan Bengkalis," ungkap Edi Sakura.
Namun, ia juga menyebutkan bahwa tahun ini terdapat penyesuaian anggaran, di mana bantuan untuk setiap kelompok peserta berkurang dari Rp 20 juta menjadi Rp 10 juta. Meski demikian, masyarakat tetap antusias mengikuti festival ini.
"Meskipun ada keterbatasan anggaran, semangat masyarakat Bengkalis tetap tinggi, terutama karena Festival Lampu Colok telah masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Ini membuktikan bahwa tradisi ini masih sangat dihargai dan terus berkembang," tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta, pemerintah tetap memberikan hadiah bagi pemenang dengan rincian sebagai berikut:
Juara 1: Rp 15 juta
Juara 2: Rp 13 juta
Juara 3: Rp 11 juta
Juara 4: Rp 9 juta
Juara 5: Rp 7 juta
Menurut Edi Sakura, meskipun anggaran terbatas, standar ukuran dan kriteria penilaian tetap sama seperti tahun sebelumnya. Semangat masyarakat yang meningkat juga menjadi bukti bahwa festival ini terus berkembang dan menarik minat lebih banyak peserta.
Sebagai tanda resmi dimulainya festival, Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso memasang lampu colok secara simbolis, didampingi tamu kehormatan lainnya.
Tahun ini, sebanyak 27 peserta ikut serta dalam Festival Lampu Colok Ramadhan 1446 H, menampilkan kreativitas seni tata cahaya tradisional yang menjadi ikon budaya Bengkalis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....