Bupati Bengkalis Apresiasi Lima Atlet Muaythai Peraih Medali Kejurnas
- 14 Agt 2026 20:37 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Bupati Bengkalis Kasmarni menyampaikan apresiasi kepada lima atlet Muaythai asal Kabupaten Bengkalis yang berhasil mempersembahkan medali pada ajang Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Apresiasi tersebut disampaikan setelah jajaran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis melaporkan prestasi para atlet kepada Bupati Kasmarni.
Plt Kepala Disbudparpora Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan Bupati Kasmarni memberikan perhatian dan apresiasi kepada para atlet yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
“Untuk apresiasi ini, kami sudah melaporkan kepada Ibu Bupati Kasmarni. Alhamdulillah, Bupati langsung memberikan apresiasi kepada atlet yang sudah mengharumkan nama Bengkalis,” ujar Ardiansyah di sela-sela kegiatan Ekraforia, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Ardiansyah, prestasi tersebut menjadi modal penting bagi pembinaan olahraga di Kabupaten Bengkalis. Terlebih, peluang bagi para atlet untuk tampil pada ajang yang lebih tinggi semakin terbuka dengan akan digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Kita berharap mereka bisa berbicara lebih banyak lagi di event nasional. Yang terdekat tentunya dalam ajang PON 2028 mendatang. Masih ada waktu cukup panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi PON 2028,” katanya.
Ardiansyah berharap para atlet berprestasi tersebut dapat terus meningkatkan kemampuan sehingga nantinya mampu memperkuat kontingen Riau pada PON 2028.
Sebelumnya, lima atlet Muaythai Bengkalis berhasil menorehkan prestasi pada Indonesia Muaythai Championship 2026 yang berlangsung pada 4-9 Agustus 2026 di Kota Bekasi.
Kelima atlet tersebut yakni Galank Ananda Dyra yang meraih medali perak, Cahaya Aqila Lessnusa meraih medali perak, Ananda Wahyu Wiraatmaja meraih medali perunggu, Amira Khansa Lessnusa meraih medali perunggu, serta M. Alfatih Lessnusa yang juga membawa pulang medali perunggu.
Kejuaraan yang dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir tersebut diikuti sekitar 460 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta bertanding dalam sejumlah divisi dan kelompok usia, mulai dari youth usia 16-23 tahun, elite usia 16-40 tahun, class fight profesional, hingga kategori remaja usia 9-10 tahun, 11-12 tahun, 13-14 tahun dan 15-16 tahun.
Selain pertandingan, kejuaraan tersebut juga mempertandingkan kategori Wai Khruu (seni), yang terdiri dari Muay Boran dan Muay Aerobic.
Sementara itu, Dakeslim atau yang akrab dipanggil Ikes, orang tua Ananda Wahyu Wiraatmaja yang juga merupakan mantan atlet beladiri, mengungkapkan bahwa putranya sebenarnya berpeluang meraih medali emas atau perak.
Menurutnya, Ananda sempat unggul dalam perolehan poin sebelum mengalami cedera bahu pada babak semifinal.
“Sudah unggul poin, namun di detik-detik terakhir cedera bahu. Akhirnya kalah dan meraih perunggu,” ungkapnya.
Ananda Wahyu Wiraatmaja sendiri saat ini menempuh pendidikan di SMA Abdurrab Islamic School Pekanbaru. Meski harus puas dengan medali perunggu, prestasi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Ananda untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....