Lestarikan Permainan Tradisional, Polres Bengkalis Gelar Tournament Domino
- 21 Jun 2026 01:04 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Polres Bengkalis mengambil peran melestarikan permainan tradisional melalui Open Tournament Batu Domino. Kegiatan ini digelar Sabtu, 20 Juni 2026, pukul 20.00 WIB di Lapangan Parkir Mobil Dinas Polres Bengkalis sebagai rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80.
Tournament resmi dibuka Wakapolres Bengkalis Kompol Noak Pembina Aritonang, yang mewakili Kapolres Bengkalis. Pembukaan ditandai pemukulan gong tiga kali yang disaksikan 80 pasang peserta dari Kecamatan Bengkalis, Bantan, dan Bukit Batu.
Dalam sambutannya, Kompol Noak Pembina Aritonang, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengangkat nilai historis permainan domino.
"Permainan domino ini filosofinya sudah ada sejak zaman dahulu. Catatan sejarah menyebutkan domino muncul pada masa Dinasti Song di Tiongkok abad ke-10. Dari masa kerajaan hingga sekarang, domino tetap dilestarikan karena melatih strategi, kesabaran, dan kekompakan," ujarnya.
Secara historis, domino batu diperkirakan masuk ke Nusantara bersama pedagang Tiongkok ratusan tahun lalu. Dahulu permainan ini sering mengisi waktu luang warga di kedai kopi dan menjadi media silaturahmi lintas generasi.
Wakapolres menambahkan, Polri ingin ikut menjaga budaya yang hampir terlupakan generasi muda.
"Sempena HUT Bhayangkara ke-80 ini kami sengaja angkat permainan tradisional domino. Tujuannya agar nilai kebersamaan dan sportivitas yang ada di dalamnya tidak hilang ditelan zaman digital," tambah Kompol Noak.
Sebanyak 80 pasang peserta mengikuti tournament dengan sistem gugur. Jumlah peserta yang disesuaikan dengan usia Bhayangkara ke-80 ini membuat kompetisi berlangsung ketat namun tetap penuh kekeluargaan sejak pagi hingga sore.
Perwakilan peserta dari Kecamatan Bengkalis, Marzuki, mengaku bangga bisa ikut melestarikan budaya lewat tournament ini.
"Kami di Bengkalis memang sudah lama main domino, tapi baru kali ini ada tournament resmi dari Polres. Rasanya senang, permainan orang tua kita dulu sekarang dihargai lagi dan jadi ajang silaturahmi," katanya.
Menutup kegiatan, Kompol Noak berharap tournament domino ini jadi awal gerakan melestarikan budaya lokal.
"Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga menjaga budaya bangsa," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....