Sejarah dan Evolusi Mug

  • 30 Apr 2025 08:16 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Jembung, atau dalam bahasa Inggris disebut mug, adalah jenis alat minum sejenis cangkir yang umumnya digunakan untuk menyajikan minuman panas seperti kopi, teh, atau cokelat panas. Jembung memiliki pegangan di salah satu sisi dan mampu menampung cairan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan jenis cangkir biasa. Kapasitas standar jembung umumnya sekitar 12 ons cairan (sekitar 350 mililiter), setara dengan dua cangkir teh.

Berbeda dari cangkir yang biasa digunakan dalam acara resmi, jembung lebih umum digunakan dalam suasana santai atau nonformal. Jembung banyak digunakan di rumah, kantor, atau dalam kegiatan luar ruangan seperti berkemah.

Sejarah Mug dikutip dari laman wikipedia.

Pada masa lampau, jembung dibuat dengan memahat kayu atau tulang, serta membentuk tanah liat secara manual. Jembung modern umumnya diproduksi dari keramik karena sifatnya yang tahan panas dan mudah dibentuk. Selain keramik, bahan lain yang digunakan meliputi kaca tahan panas seperti pyrex, polimer (plastik), baja tahan karat, dan logam berlapis enamel.

Beragam teknik telah dikembangkan untuk menghias jembung, termasuk lukisan tangan, pencetakan pola, serta cetakan termal yang memungkinkan gambar atau tulisan muncul saat terkena panas.

Kerajinan tanah liat pertama kali muncul antara tahun 6500 SM hingga 3000 SM, dengan teknik pembentukan awal yang dilakukan secara manual. Penambahan pegangan pada sisi jembung mulai dilakukan sejak awal produksi, seperti terlihat pada contoh jembung tanah liat berdekorasi dari Yunani yang berasal dari sekitar tahun 4000 hingga 5000 SM.

Salah satu kekurangan dari jembung tanah liat adalah ketebalan dindingnya, yang membuatnya kurang nyaman digunakan untuk minum. Inovasi kemudian dilakukan dengan memperkenalkan bahan logam seperti perunggu, perak, emas, hingga timah hitam, yang mulai digunakan sekitar tahun 2000 SM. Namun, jembung logam ini memiliki kelemahan karena dapat menghantarkan panas secara langsung, sehingga kurang ideal untuk minuman panas.

Jembung yang terbuat dari kayu diperkirakan telah ada lebih awal dibandingkan versi tanah liat dan logam, namun karena sifat alaminya yang mudah lapuk, sedikit peninggalan arkeologis yang berhasil ditemukan.

Penemuan porselen di Tiongkok sekitar tahun 600 M menandai dimulainya produksi jembung atau mug yang berdinding tipis yang lebih ringan, tahan panas, dan nyaman digunakan. Inovasi ini kemudian menyebar luas dan menjadi dasar dari produksi mug modern hingga saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....