Puding Diraja Kayangan, Pesona Kuliner Perpaduan Pisang dan Jala Emas

  • 03 Okt 2026 19:04 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Jika berbicara tentang hidangan istimewa dari Pahang, Malaysia, nama Puding Diraja Kayangan layak mendapat perhatian. Puding yang juga dikenal sebagai Puding Diraja Pahang ini merupakan sajian pencuci mulut yang lekat dengan tradisi istana dan menjadi salah satu kuliner kebanggaan masyarakat Pahang.

Keistimewaan Puding Diraja Kayangan tidak hanya terletak pada tampilannya yang cantik, tetapi juga pada perpaduan rasa dan teksturnya. Pisang lemak manis yang digoreng dengan mentega dipadukan dengan jala emas, kacang mete, buah-buahan, serta kuah puding yang lembut dan disajikan dalam keadaan dingin.

Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa manis, gurih, dan harum yang berbeda dari sajian puding pada umumnya.

Dikutip dari rasa.my, salah satu komponen yang membuat Puding Diraja Kayangan begitu khas adalah jala emas. Jala ini dibuat dari kuning telur yang dialirkan secara tipis ke dalam air gula panas hingga membentuk untaian halus menyerupai jaring.

Proses membuat jala emas membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Kuning telur perlu dikocok hingga tercampur rata kemudian disaring agar tidak ada bagian yang menggumpal. Setelah itu, telur dimasukkan ke dalam botol dengan ujung berlubang kecil untuk memudahkan proses menjala.

Saat membuat jala, botol perlu digerakkan secara melingkar di atas kuali. Aliran telur sebaiknya tetap stabil agar untaian yang dihasilkan tidak terputus dan membentuk jala yang halus.

Setelah matang, jala emas diangkat dan ditiriskan sebelum digunakan sebagai salah satu bagian utama Puding Diraja Kayangan.

Bahan Jala Emas

Untuk membuat jala emas, siapkan:

  • 7 butir telur;
  • 2 sendok gula;
  • 2 cangkir air.

Air dan gula dimasak hingga mendidih. Sementara itu, kuning telur dikocok dan disaring. Masukkan kuning telur ke dalam botol berlubang kecil, kemudian alirkan secara perlahan ke dalam air gula panas dengan gerakan melingkar.

Setelah sekitar dua menit, jala emas dapat diangkat dan ditiriskan.

Pisang lemak manis menjadi bahan penting lainnya dalam Puding Diraja Kayangan. Pilih pisang yang matang, tetapi tidak terlalu lembek agar bentuknya tetap baik saat digoreng.

Pisang digoreng menggunakan sedikit mentega hingga permukaannya matang dan harum. Sebaiknya pisang tidak dipotong terlebih dahulu agar bentuknya tetap utuh dan tampilannya lebih menarik ketika disajikan.

Selain pisang dan jala emas, Puding Diraja Kayangan dapat dilengkapi kacang mete, buah ceri merah dan hijau, buah prune, serta stroberi sesuai selera.

Kacang mete memberikan tekstur renyah yang menjadi pelengkap di antara kelembutan pisang dan kuah puding.

Bahan Kuah Puding

Kuah menjadi bagian penting yang menyatukan seluruh komponen Puding Diraja Kayangan. Untuk membuatnya, siapkan:

  • 3 butir kuning telur;
  • 1 kaleng susu evaporasi;
  • ½ kaleng air;
  • 1 sendok teh esens vanila;
  • 1½ sendok gula;
  • 1 lembar daun pandan.

Campurkan susu evaporasi, kuning telur, gula, esens vanila, dan air ke dalam wadah. Tambahkan daun pandan yang telah disimpulkan untuk memberikan aroma.

Campuran tersebut dapat dimasak dengan cara dikukus atau dimasak langsung menggunakan api kecil. Jika dimasak langsung, adonan harus terus diaduk agar telur tidak menggumpal.

Masak hingga kuah mengental dengan tekstur lembut. Setelah matang, angkat daun pandan dan biarkan kuah hingga dingin. Untuk mendapatkan sensasi yang lebih menyegarkan, kuah dapat disimpan terlebih dahulu di dalam lemari pendingin.

Cara Menyajikan Puding Diraja Kayangan

Setelah seluruh bahan siap, penyajian menjadi tahap yang tidak kalah penting. Letakkan pisang goreng mentega di dalam mangkuk atau wadah saji.

Susun jala emas di atas atau di antara pisang, kemudian tambahkan kacang mete, ceri merah dan hijau, buah prune, serta stroberi jika diinginkan.

Terakhir, tuangkan kuah puding yang telah didinginkan.

Perpaduan warna kuning keemasan dari jala emas, pisang, buah-buahan, dan kacang mete membuat Puding Diraja Kayangan tampak menarik ketika disajikan.

Perpaduan Rasa dalam Satu Sajian

Puding Diraja Kayangan bukan sekadar pencuci mulut dengan tampilan yang menarik. Hidangan ini menawarkan perpaduan berbagai rasa dan tekstur dalam satu sajian.

Rasa manis dan lembut dari pisang berpadu dengan gurihnya mentega, renyahnya kacang mete, serta lembutnya kuah berbahan susu dan telur. Jala emas menjadi unsur yang paling mencolok sekaligus memberikan karakter khas pada hidangan.

Disajikan dalam keadaan dingin, Puding Diraja Kayangan menjadi pencuci mulut yang menyegarkan sekaligus menghadirkan cita rasa khas kuliner Pahang.

Dengan tampilan yang anggun dan komposisi bahan yang kaya, tidak mengherankan jika Puding Diraja Kayangan dikenal sebagai salah satu sajian istimewa yang memiliki kaitan dengan tradisi istana Pahang. Hidangan ini tidak hanya menarik untuk dinikmati, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner yang memperkenalkan cita rasa dan budaya Pahang kepada masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....