Mengenal Betutu Bali dan Filosofi di Baliknya
- 29 Sep 2026 15:41 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Bali tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan budayanya,tetapi juga memiliki beragam kuliner tradisional yang sarat dengan nilai budaya. Salah satunya yaitu betutu, hidangan berbahan ayam atau bebek ini dimasak dengan bumbu khas Bali.
Di balik cita rasanya,ternyata betutu memiliki perjalanan panjang dan berkaitan erat dengan kehidupan sosial serta tradisi masyarakat Bali. Kata betutu berasal dari kata be dan tunu,yang mana “be” berarti daging dan “tunu” Dibakar atau di panggang. Jadi makna dari betutu yaitu daging yang Dibakar. Betutu dibuat menggunakan bumbu jangkep atau base genep,yang artinya bumbu lengkap.
Menurut penelitian I Made Purna dan Kadek Dwikayana dalam Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, betutu dibuat menggunakan bumbu jangkep atau base genap, yang berarti bumbu lengkap. Pada mulanya,makanan ini tidak hanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari, tetapi juga digunakan sebagai bagian dari persembahan kepada Ida Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa. Setelah dipersembahkan,makanan tersebut kemudian disantap bersama-sama.
Betutu juga menjadi hidangan bagi kalangan raja dan keluarganya serta digunakan dalam berbagai kegiatan sosial. Ayam dan bebek yang menjadi bahan betutu, memiliki kedudukan penting dalam sejumlah upacara masyarakat Bali.
Dalam konteks sosial, hidangan ini dapat diberikan kepada tamu yang hadir dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan. Karena itu, betutu tidak hanya mengenai makanan, tetapi juga tentang hubungan antarmanusia, kerukunan,dan kebersamaan.
Seiring perkembangan zaman dan pariwisata Bali. Hidangan yang sebelumnya erat dengan kegiatan adat dan keagamaan tersebut kemudian dapat dinikmati masyarakat secara umum dan menjadi salah satu kuliner yang dikenal wisatawan.Betutu bahkan berkembang menjadi bagian dari usaha kuliner di berbagai wilayah Bali hingga luar daerah.
Penelitian Purna dan Dwikayana juga melihat betutu sebagai bagian dari identitas budaya Bali. Kuliner ini dinilai memiliki potensi untuk menjadi media pengenalan budaya dan membangun hubungan antarmasyarakat melalui makanan. Dengan cita rasa dan sejarah yang dimilikinya, betutu menjadi salah satu contoh bagaimana makanan tradisional dapat membawa cerita mengenai budaya masyarakat yang menciptakannya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....