Nasi Ulam, Kuliner Betawi yang Kaya Cita Rasa dan Tradisi
- 23 Jul 2026 17:26 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Indonesia memiliki beragam kuliner tradisional yang lahir dari perpaduan budaya. Salah satunya adalah nasi ulam, makanan khas Betawi yang disebut mendapat pengaruh dari budaya kuliner Tionghoa.
Hidangan ini menawarkan perpaduan rasa gurih dan aroma rempah yang khas, sehingga menjadi salah satu kuliner tradisional yang masih digemari hingga kini. Nasi ulam umumnya menggunakan nasi pera yang disajikan bersama berbagai lauk dan pelengkap. Di sejumlah daerah, nasi ini disantap dengan kuah semur kentang, tahu, atau telur, ada pula nasi ulam yang disajikan tanpa kuah atau dikenal sebagai nasi ulam kering.
Tidak hanya mengandalkan nasi dan lauk, hidangan ini biasanya dilengkapi dengan cumi asin goreng, bihun goreng, irisan telur dadar, serta perkedel kentang. Cita rasanya semakin nikmat dengan tambahan daun kemangi, sambal, bawang goreng, dan taburan kacang tanah tumbuk.
Dalam penyajiannya, nasi ulam juga dapat dilengkapi dengan serundeng kelapa yang gurih dan harum. Perpaduan nasi berbumbu, serundeng, sayuran segar, dan berbagai lauk menjadikan nasi ulam sebagai hidangan yang kaya rasa sekaligus mengenyangkan.
Dikutip dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Jika ingin mencicipi nasi ulam khas Betawi di rumah, berikut resep sederhana yang dapat dicoba.
Bahan Nasi Ulam
- 800 gram beras
- 1 liter air
- 3 lembar daun salam
- 3 batang serai, dimemarkan
- 3 cm lengkuas, dimemarkan
- 2 cm jahe, dimemarkan
- 1 1/2 sendok teh garam
Bahan Serundeng Kelapa
- 1 butir kelapa setengah tua, diparut dan disangrai hingga kering
- 1 1/4 sendok teh ketumbar, disangrai
- 1/4 sendok teh jintan
- 1/2 sendok teh terasi
- 3 buah cabai merah
- 8 butir bawang merah
- 1 batang serai, dimemarkan
- 2 sendok teh gula merah
- 1 sendok teh garam
- 2 sendok makan minyak goreng
Bahan Pelengkap
- Mentimun, dipotong sesuai selera
- Daun kemangi secukupnya
- Tauge pendek, diseduh dengan air panas
- 2 sendok makan daun bawang, diiris
- Emping goreng secukupnya
Cara Membuat Nasi Ulam
- Cuci beras hingga bersih, kemudian tiriskan.
- Masak beras bersama air, daun salam, lengkuas, serai, jahe, dan garam hingga menjadi nasi aron atau setengah matang.
- Setelah itu, kukus nasi aron menggunakan dandang selama kurang lebih 30 menit atau hingga nasi benar-benar matang.
- Setelah matang, aduk nasi selagi masih panas sambil dikipas agar teksturnya lebih pulen. Sisihkan.
- Untuk membuat serundeng, haluskan bawang merah, cabai merah, serai, terasi, ketumbar, dan jintan.
- Panaskan minyak dalam wajan, kemudian tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
- Tambahkan gula merah dan garam. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
- Masukkan kelapa parut yang telah disangrai. Aduk kembali hingga bumbu tercampur rata dan serundeng benar-benar kering.
- Untuk penyajian, tata nasi ulam di atas piring. Taburkan serundeng kelapa di atasnya, kemudian lengkapi dengan mentimun, daun kemangi, tauge, daun bawang, dan emping goreng.
Nasi ulam khas Betawi siap disajikan dan dinikmati.
Dengan cita rasa yang gurih, harum, dan kaya akan rempah, nasi ulam menjadi salah satu kuliner Betawi yang menarik untuk dicoba. Kehadiran berbagai lauk dan pelengkap juga membuat hidangan ini semakin istimewa.
Sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara, nasi ulam tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menjadi cerminan keberagaman budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Betawi. Menjaga keberadaan kuliner tradisional seperti nasi ulam menjadi salah satu cara untuk turut melestarikan warisan budaya Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....