Sambal Rusip, Cita Rasa Fermentasi Khas Bangka Belitung

  • 04 Jun 2026 20:46 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Dalam khazanah kuliner Nusantara, sambal seakan menjadi pelengkap yang tak tergantikan. Dari masyarakat perkotaan hingga pelosok daerah, sambal hadir sebagai penambah cita rasa sekaligus identitas kuliner tiap wilayah.

Menariknya, setiap daerah di Indonesia memiliki racikan sambal dengan kekhasan tersendiri, baik dari bahan, cara pembuatan, maupun cita rasanya. Hal itu pula yang dapat ditemukan di Kepulauan Bangka Belitung.

Terletak di sebelah timur Pulau Sumatera, Kepulauan Bangka Belitung dikenal dengan ragam kuliner berbahan hasil laut. Kondisi geografis yang didominasi wilayah kepulauan membuat masyarakat setempat akrab dengan olahan ikan dan makanan bercita rasa laut. Kekayaan tersebut juga tercermin dalam sajian sambalnya, yakni sambal rusip.

Dikutip dari Indonesia kaya, sambal rusip, atau yang juga disebut rusep, merupakan sambal khas Bangka Belitung yang dibuat melalui proses fermentasi ikan teri. Ikan yang telah dibersihkan dicampur dengan garam dan gula merah, kemudian disimpan selama sedikitnya tujuh hari agar mengalami proses pengawetan alami.

Setelah fermentasi selesai, ikan akan mengeluarkan aroma asam yang khas sebagai penanda bahwa rusip siap diolah. Selanjutnya, ikan fermentasi tersebut dicampur dengan irisan bawang merah, cabai, dan perasan jeruk kunci.

Perpaduan rasa asam dari fermentasi ikan dan jeruk kunci berpadu dengan gurihnya bawang merah serta pedas cabai, menciptakan sensasi rasa yang kuat dan berbeda dari sambal pada umumnya. Aroma khas rusip menjadi ciri tersendiri yang membuat sambal ini mudah dikenali dan digemari para penikmat kuliner tradisional.

Masyarakat Bangka Belitung biasanya menikmati sambal rusip sebagai pendamping aneka hidangan ikan. Sambal ini juga kerap disantap bersama sayuran segar seperti mentimun, selada, dan terung. Disajikan dengan nasi hangat, sambal rusip menghadirkan cita rasa autentik yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Bangka Belitung.

Bagi para pelancong, mencicipi sambal rusip bukan sekadar menikmati makanan, melainkan juga merasakan tradisi dan kearifan lokal masyarakat pesisir di Kepulauan Bangka Belitung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....