Bagea Kenari, Kue Sagu Khas Ternate Teman Minum Teh

  • 02 Apr 2026 12:01 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID,Bengkalis - Ternate dikenal memiliki beragam kuliner khas yang memperlihatkan kemiripan dengan makanan dari wilayah Sulawesi. Tidak hanya dari sisi bahasa, kesamaan juga terlihat pada tradisi kuliner yang berkembang di kedua daerah tersebut. Salah satu makanan khas Ternate yang juga dapat ditemukan di Sulawesi adalah bagea kenari, kue kering tradisional berbahan dasar sagu.

Dikutip dari Indonesia Kaya, Bagea kenari merupakan kudapan yang lazim disajikan sebagai teman minum kopi atau teh. Kue ini memiliki tekstur yang cenderung keras, sehingga umumnya dinikmati dengan cara dicelupkan terlebih dahulu ke dalam minuman hangat. Cara ini membuat teksturnya menjadi lebih lembut dan mudah dikonsumsi. Meski demikian, tingkat kekerasan bagea sebenarnya dapat disesuaikan dalam proses pembuatannya.

Secara tampilan, bagea kenari terlihat sederhana. Namun, proses pembuatannya membutuhkan ketelitian serta waktu yang cukup panjang. Bahan utama yang digunakan antara lain tepung sagu, kacang kenari cincang, gula, air, minyak sayur, serta rempah-rempah seperti cengkih dan kayu manis yang telah dihaluskan. Seluruh bahan tersebut dicampur hingga menjadi adonan yang merata, dengan proses pengadukan yang cukup lama guna menghasilkan kualitas kue yang baik.

Setelah adonan siap, tahap berikutnya adalah pencetakan. Adonan dibentuk menggunakan cetakan khusus berbentuk tabung kecil, kemudian disusun di atas loyang. Dalam satu kali proses produksi, adonan dapat menghasilkan ratusan kue bagea. Para perajin yang berpengalaman umumnya mampu mencetak adonan dengan cepat dan presisi.

Selanjutnya, loyang berisi adonan dimasukkan ke dalam oven dengan suhu tertentu. Proses pemanggangan dilakukan secara bertahap dan dapat berlangsung beberapa kali hingga mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Pada tahap ini, tingkat kekerasan bagea ditentukan. Semakin sering dipanggang, tekstur kue akan semakin keras. Namun, bagea dengan tekstur lebih keras memiliki daya simpan yang lebih lama.

Keberadaan bagea kenari tidak hanya sebagai kudapan, tetapi juga menjadi bagian dari warisan kuliner yang mencerminkan kekayaan bahan pangan lokal serta keterampilan masyarakat dalam mengolahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....