Lontong Cap Go Meh, Simbol Akulturasi Kuliner Nusantara

  • 26 Feb 2026 21:41 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Lontong cap go meh menjadi hidangan khas yang kerap disajikan saat perayaan Cap Go Meh, yakni hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Sajian ini merupakan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang menghadirkan cita rasa kaya dan beragam dalam satu piring.

Penyajiannya pun sarat makna. Piring diisi penuh hingga menjulang, lengkap dengan aneka lauk dan kuah yang melimpah. Tampilan tersebut melambangkan harapan akan keberkahan, kemakmuran, dan rezeki yang tidak terputus.

Lalu, apa saja isian dalam seporsi lontong cap go meh? Dikutip dari Wikipedia, berikut ulasannya.

1. Lontong

Lontong menjadi elemen utama sekaligus simbol panjang umur. Terbuat dari beras yang dimasak dalam balutan daun pisang, lontong bertekstur padat dan kenyal dengan cita rasa lembut. Dalam hidangan ini, lontong berfungsi sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Teksturnya yang padat berpadu kontras dengan kuah santan yang gurih dari opor dan sayur.

2. Opor ayam

Opor ayam merupakan lauk utama yang tidak terpisahkan. Potongan ayam dimasak dalam kuah santan berbumbu rempah hingga menghasilkan rasa gurih dan kental. Dalam tradisi kuliner Jawa, opor kerap hadir pada momen perayaan. Pada lontong cap go meh, opor ayam melambangkan kemakmuran dan kebersamaan karena disajikan untuk dinikmati bersama keluarga.

3. Sayur lodeh

Sayur lodeh menghadirkan kuah santan dengan isian beragam sayuran, seperti labu siam, kacang panjang, dan terong. Bumbu bawang merah, bawang putih, lengkuas, serta daun salam memperkaya rasa. Kuahnya meresap ke dalam lontong, menciptakan perpaduan rasa yang harmonis sekaligus menambah nilai gizi hidangan.

4. Sambal goreng ati

Sambal goreng ati umumnya berbahan hati ayam atau sapi yang dimasak bersama kentang dan bumbu pedas-manis. Cita rasanya yang kuat memberi variasi dalam setiap suapan. Hidangan ini juga melengkapi asupan protein serta menghadirkan sensasi pedas yang menyeimbangkan gurihnya opor dan lembutnya lontong.

5. Telur pindang

Telur pindang direbus bersama rempah, seperti daun jati, teh, dan garam hingga berwarna kecokelatan. Proses tersebut menghasilkan rasa yang lebih kaya dibandingkan telur rebus biasa. Dalam budaya Tionghoa, telur melambangkan keberuntungan dan kesuburan, sehingga kehadirannya mempertegas makna simbolik hidangan ini.

6. Bubuk koya

Bubuk koya terbuat dari campuran kerupuk udang dan bawang putih yang dihaluskan. Taburannya menambah cita rasa gurih sekaligus aroma khas. Penggunaan koya menunjukkan pengaruh kuliner Jawa Timur yang lazim menjadikannya pelengkap soto.

7. Pelengkap

Kerupuk kerap disajikan untuk menambah tekstur renyah. Acar kuning yang terdiri atas irisan timun, wortel, dan nanas dalam larutan cuka memberi sentuhan segar. Bagi pencinta rasa pedas, sambal dapat ditambahkan sesuai selera untuk memperkaya keseluruhan rasa.

Lontong cap go meh bukan sekadar sajian, melainkan simbol pertemuan budaya yang harmonis. Setiap komponennya mengandung makna, menghadirkan perpaduan rasa sekaligus merefleksikan keberagaman kuliner Nusantara dalam satu hidangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....