Kembang Goyang: Kue Tradisional Bernilai Budaya Tinggi

  • 11 Agt 2025 10:54 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Kue kembang goyang merupakan salah satu kue tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi di Indonesia. Kue ini tidak hanya dikenal sebagai makanan khas Betawi, tetapi juga populer di berbagai daerah lain, termasuk di Malaysia dan Sumatra. Dengan bentuk unik menyerupai bunga dan cara pembuatannya yang khas, kue ini menjadi bagian dari identitas kuliner nusantara yang terus dijaga keberadaannya.

Menurut laman Wikipedia, Kembang goyang, atau dikenal juga sebagai kuih loyang di Malaysia, adalah salah satu kue tradisional khas Betawi yang telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga ke negara tetangga. Nama “kembang goyang” merujuk pada bentuknya yang menyerupai bunga (kembang) yang sedang mekar serta proses pembuatannya yang dilakukan dengan cara menggoyangkan cetakan ke dalam minyak panas.

Kue ini terbuat dari tepung beras, dan dalam perkembangannya mengalami inovasi rasa dan tampilan. Kini, kembang goyang hadir dengan tambahan rasa seperti frambozen dan pandan, serta taburan biji wijen yang memberikan aroma khas dan sensasi rasa gurih. Warna-warna menarik juga ditambahkan untuk mempercantik penampilannya, sehingga sangat cocok disajikan dalam toples bening sebagai suguhan cantik saat hari raya atau acara keluarga.

Sesuai namanya, “kembang goyang” tidak hanya mengacu pada bentuk kue, tetapi juga memiliki makna budaya. Nama ini juga digunakan untuk menyebut jenis perhiasan tradisional yang biasa dipakai oleh pengantin perempuan Jawa, khususnya di bagian sanggul atau konde. Perhiasan tersebut memiliki pegas yang memungkinkan hiasan bunga di ujungnya bergoyang saat dikenakan, sehingga terlihat anggun dan hidup.

Dalam tradisi Betawi, kembang goyang menjadi suguhan khas yang disajikan saat hari raya Idulfitri dan acara hajatan. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih membuatnya menjadi favorit sebagai kudapan saat menjamu tamu. Di wilayah Sumatra, kue ini dikenal dengan nama kembang loyang atau kue loyang, sedangkan di Bali, masyarakat Hindu kerap menggunakan kembang goyang sebagai bagian dari sesajian keagamaan, terutama saat perayaan Hari Raya Nyepi.

Sebagai salah satu warisan kuliner nusantara, kembang goyang memiliki peran penting dalam memperkaya ragam makanan tradisional Indonesia. Keberadaannya yang masih lestari hingga kini merupakan bukti bahwa masyarakat masih menghargai cita rasa dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Melalui pelestarian dan inovasi yang tetap mengedepankan unsur tradisional, kue kembang goyang diharapkan dapat terus dikenal dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....