Mengeksplorasi Manfaat Mahkota Dewa Yang Populer Untuk Kesehatan
- 16 Sep 2024 21:39 WIB
- Bengkalis
KBRN,Bengkalis: Mahkota dewa, tanaman obat yang populer di Indonesia, dikenal dengan buah merah menyala yang dipercayai memiliki segudang manfaat kesehatan. Produk olahan herbal dari mahkota dewa pun laris manis di pasaran. Namun, sejauh mana klaim-klaim tersebut benar? Dikutip dari hellosehat. com. Mari kita telusuri fakta-fakta ilmiah di balik manfaat mahkota dewa.
Mengenal Mahkota Dewa
Mahkota dewa, dengan nama latin Phaleria macrocarpa, adalah tanaman asli Papua yang termasuk dalam keluarga Thymelaeaceae. Tanaman ini memiliki buah, bunga, daun, akar, dan batang yang semuanya digunakan dalam pengobatan tradisional. Masyarakat Jawa menyebut daunnya sebagai daun dewa, sambung nyawa, atau ngokilo, sementara buahnya kadang disebut buah simalakama. Buahnya berbentuk bulat, dengan diameter 3–5 cm dan panjang 4–6 cm, berwarna merah dengan permukaan licin dan beralur.
Buah mahkota dewa mengandung berbagai zat aktif yang penting untuk kesehatan, termasuk alkaloid, tannin, flavonoid, terpenoid, fenol, saponin, minyak atsiri, dan sterol. Zat-zat ini berkontribusi pada potensi manfaat kesehatan buah mahkota dewa, membuatnya menjadi bahan yang menarik untuk penelitian lebih lanjut dan penggunaan dalam pengobatan herbal.
Manfaat Kesehatan Buah Mahkota Dewa
Berikut adalah beberapa manfaat mahkota dewa berdasarkan klaim dan penelitian ilmiah:
1.Mengatasi Nyeri Haid
Mahkota dewa kaya akan antioksidan seperti flavonoid, fenol, saponin, tannin, terpenoid, dan alkaloid. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah ini memiliki sifat antiradang yang dapat membantu meredakan nyeri haid (dismenore primer) dan gejala premenstruasi lainnya. Namun, studi lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitasnya.
2.Menurunkan Gula Darah
Mahkota dewa dikenal sebagai obat diabetes alami, namun hasil penelitian menunjukkan konsumsi ekstrak buah ini selama 4 minggu tidak signifikan menurunkan gula darah pada sebagian besar peserta. Studi ini juga menunjukkan bahwa ekstrak ini aman untuk hati dan ginjal, tetapi belum terbukti secara klinis sebagai pengobatan diabetes yang efektif.
3.Mencegah Efek Samping Obat Kemoterapi
Cisplatin, obat kemoterapi yang efektif namun berisiko merusak ginjal, dapat diberi tambahan perlindungan dengan flavonoid dari mahkota dewa. Penelitian awal menunjukkan bahwa suplementasi mahkota dewa dapat mengurangi kerusakan ginjal dan hati akibat kemoterapi serta membantu mengurangi pertumbuhan tumor. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan manfaat ini secara klinis.
4.Menurunkan Tekanan Darah
Flavonoid dan icariside dalam buah mahkota dewa diyakini dapat membantu melemaskan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Namun, penelitian yang ada masih dalam skala kecil, sehingga diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan efeknya pada penderita hipertensi.
5.Mengatasi Penyakit Jantung
Sari buah mahkota dewa kaya akan flavonoid dan flavonol, yang berfungsi mengurangi kolesterol dan lemak, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan khasiatnya dalam mencegah penyakit jantung.
6.Mengurangi Pertumbuhan Sel Kanker
Kulit biji buah mahkota dewa berpotensi membantu meredakan kanker payudara dan serviks. Suplementasi dengan mahkota dewa bersama adriamycin-cyclophosphamide (AC) terbukti mengurangi pertumbuhan tumor dan melindungi liver serta ginjal. Namun, penelitian ini masih terbatas dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
7.Menurunkan Kolesterol
Buah mahkota dewa mengandung alkaloid, saponin, dan asam galat yang dapat membantu mengatur penyerapan kolesterol dan menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat). Asam galat juga membantu meningkatkan kemampuan protein dalam mengikat kolesterol, sehingga mengurangi risiko kolesterol tinggi.
8.Sebagai Antibakteri
Flavonoid, saponin, polifenol, dan tannin dalam buah mahkota dewa dapat melawan infeksi bakteri gram positif seperti Bacillus subtilis, E. coli, dan Staphylococcus aureus. Zat-zat ini bekerja dengan menghambat sintesis asam nukleat dan metabolisme energi bakteri.
9. Meredakan Peradangan
Mahkota dewa memiliki sifat antiperadangan dari bahan seperti terpenoid, saponin, tannin, fenol, dan flavonoid. Zat-zat ini membantu menghambat COX2-mRNA dan menurunkan prostaglandin E2 (PGE2), yang dapat mengurangi peradangan. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat bukti-bukti ini.
Mahkota dewa memang memiliki potensi besar dalam dunia pengobatan herbal, tetapi banyak klaimnya yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Meskipun beberapa manfaatnya telah didukung oleh penelitian awal, masih banyak yang perlu dipelajari untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan tanaman ini secara luas. Seperti halnya dengan semua terapi herbal, penting untuk berkonsultasi dengan profesional medis sebelum memulai pengobatan baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....