Vaksinasi Rabies Massal Bengkalis Capai 60 Persen, Kasus Masih Ditemukan

  • 02 Okt 2026 21:01 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Pelaksanaan vaksinasi rabies di Kabupaten Bengkalis hingga 30 September 2026 telah mencapai sekitar 60 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut didorong pelaksanaan vaksinasi rabies secara massal serta pelayanan vaksinasi aktif dan pasif di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DPTHP) Bengkalis Suhairi melalui Pejabat Fungsional Veteriner M.H. Mardani mengatakan, capaian vaksinasi hingga akhir September mencapai 60,16 persen. Menurutnya, kegiatan vaksinasi massal memberikan kontribusi cukup besar terhadap peningkatan realisasi vaksinasi rabies.

"Pelaksanaan kegiatan vaksinasi rabies per 30 September 2026 sebanyak 60,16 persen. Sebelumnya pada kegiatan-kegiatan berikutnya ada penambahan pada bulan Oktober sebesar 24,78 persen. Artinya, vaksinasi massal memberikan kontribusi yang sangat tinggi terhadap realisasi vaksinasi rabies," ujar Mardani, Jum'at, 2 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah menyiapkan sekitar 2.500 dosis vaksin rabies yang berasal dari dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis. Ketersediaan vaksin tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan vaksinasi massal, tetapi juga harus tersedia sepanjang waktu untuk merespons kasus gigitan maupun hasil konfirmasi positif rabies.

"Vaksin harus tersedia sepanjang waktu. Jadi, di samping pelaksanaan vaksinasi rabies massal, vaksinasi juga dilaksanakan dalam rangka merespons adanya kasus gigitan maupun konfirmasi positif rabies yang ada di Kabupaten Bengkalis," katanya.

Menurut Mardani, pelayanan vaksinasi terus dilakukan melalui pelayanan aktif dan pasif. Pelayanan aktif dilakukan dengan mendatangi masyarakat melalui kegiatan vaksinasi massal, sedangkan pelayanan pasif diberikan ketika masyarakat membawa hewan peliharaannya ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) maupun ke DPTHP Bengkalis.

"Jadwal kegiatan vaksinasi tetap berlanjut. Setiap saat kita melayani pelayanan aktif dan pelayanan pasif. Pelayanan aktif melalui vaksinasi rabies massal, sementara pelayanan pasif dilakukan ketika masyarakat datang ke Puskeswan maupun ke dinas," jelasnya.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian vaksinasi tahun ini sedikit lebih rendah. Mardani menyebut pada pelaksanaan vaksinasi massal dalam rangka Hari Rabies Sedunia tahun lalu, capaian vaksinasi mendekati 70 persen. Tahun ini, pelaksanaan kegiatan mengalami sedikit keterlambatan akibat perubahan jadwal dan lokasi kegiatan sosialisasi.

"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, sebenarnya tidak ada perubahan. Tahun lalu saat vaksinasi rabies massal dalam rangka Hari Rabies Sedunia, capaiannya mendekati 70 persen. Saat ini mencapai 60,78 persen. Ada sedikit keterlambatan karena terjadi perubahan jadwal terkait tempat yang akan digunakan untuk sosialisasi," ungkapnya.

Di sisi lain, hingga 30 September 2026 tercatat tiga kasus rabies di Kabupaten Bengkalis. Kasus tersebut masing-masing ditemukan satu kasus di Kecamatan Bengkalis, satu kasus di Kecamatan Bantan, dan satu kasus di Kecamatan Bathin Solapan.

"Kasus rabies per 30 September ada tiga kasus, masing-masing di Kecamatan Bengkalis satu kasus, Bantan satu kasus dan Bathin Solapan satu kasus," kata Mardani.

Jumlah tersebut sama dengan tahun sebelumnya yang juga mencatat tiga kasus rabies pada tiga kecamatan tersebut. Hewan yang terkonfirmasi positif rabies dalam kasus yang ditindaklanjuti merupakan anjing.

Mardani menambahkan, kasus rabies terakhir tercatat pada April 2026. Kondisi tersebut membuat upaya pembebasan wilayah Pulau Bengkalis dari rabies membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

"Karena kemarin masih ada kasus rabies pada April, ada keterlambatan dalam proses pembebasan Pulau Bengkalis dari rabies. Kondisi ini akan kita evaluasi dalam dua tahun ke depan, sehingga totalnya menjadi tiga tahun," ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan kasus positif pada hewan yang berasal dari Bengkalis juga menunjukkan bahwa wilayah Rupat belum dapat dinyatakan bebas rabies.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....