Penyebab Sakit Pinggang Belakang pada Wanita

  • 29 Sep 2026 20:36 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Sakit pinggang belakang merupakan keluhan yang cukup sering dialami wanita. Kondisi ini dapat muncul menjelang menstruasi, saat hamil, maupun akibat aktivitas sehari-hari. Namun, sakit pinggang juga dapat menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu.

Mengutip Alodokter, keluhan sakit pinggang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ketegangan otot hingga gangguan pada organ reproduksi dan saluran kemih. Salah satu penyebab yang umum adalah otot tegang atau tertarik. Kondisi ini dapat terjadi akibat mengangkat beban berat, membungkuk atau memutar tubuh dengan posisi yang kurang tepat, melakukan gerakan secara tiba-tiba, maupun tidak melakukan pemanasan sebelum olahraga.

Sakit pinggang juga dapat muncul akibat cedera atau keseleo, misalnya setelah terjatuh, terpeleset atau berolahraga tanpa perlengkapan yang memadai. Penyebab lainnya adalah sciatica atau skiatika, yaitu kondisi ketika saraf skiatik terjepit atau tertekan. Selain nyeri pinggang, kondisi ini dapat menyebabkan kesemutan atau mati rasa yang menjalar hingga bokong dan kaki.

Pada sebagian wanita, sakit pinggang belakang berkaitan dengan perubahan hormon selama siklus menstruasi. Premenstrual syndrome atau PMS dapat menyebabkan sakit pinggang, perut kembung, kram, payudara terasa nyeri, mudah lelah hingga perubahan suasana hati. Sementara dismenore atau nyeri haid juga dapat membuat rasa sakit menjalar dari perut bagian bawah ke pinggang, pinggul hingga kaki.

Kehamilan juga menjadi salah satu kondisi yang dapat menyebabkan sakit pinggang belakang. Pertambahan berat badan, perubahan hormon, serta peregangan dan melemahnya otot perut dapat memberikan tekanan pada punggung bawah dan panggul.

Selain itu, endometriosis juga dapat menyebabkan sakit pinggang. Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang menyerupai lapisan rahim tumbuh di luar rahim dan dapat disertai nyeri haid yang berat, nyeri saat berhubungan seksual serta nyeri saat buang air besar atau kecil ketika menstruasi.

Sakit pinggang belakang juga dapat berkaitan dengan infeksi saluran kemih (ISK). Pada wanita, ISK dapat disertai rasa perih saat buang air kecil, anyang-anyangan, urine keruh atau berbau menyengat, serta rasa ingin buang air kecil meski urine yang keluar hanya sedikit.

Penyakit radang panggul juga perlu diperhatikan, terutama jika sakit pinggang disertai nyeri panggul atau perut bagian bawah, keputihan tidak normal, demam, nyeri saat berhubungan seksual atau perdarahan dari vagina.

Untuk sakit pinggang ringan hingga sedang, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan di rumah. Di antaranya menggunakan bantal pemanas atau botol berisi air hangat, mandi air hangat, menggunakan kompres es jika nyeri berkaitan dengan cedera, serta mengatur posisi tidur dengan bantal di antara lutut saat tidur menyamping.

Bagi yang banyak bekerja di depan komputer, penggunaan kursi yang nyaman dan melakukan peregangan secara teratur juga dapat membantu. Alodokter juga menyarankan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berenang atau yoga secara rutin.

Jika sakit pinggang tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....