Daftar Obat yang Sebaiknya Dikonsumsi setelah Makan
- 25 Agt 2026 00:26 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Tidak semua obat dianjurkan diminum dalam kondisi perut kosong. Beberapa jenis obat justru lebih baik dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung, membantu penyerapan obat, atau mengikuti aturan kerja obat tersebut.
Dikutip dari DailyMed, berikut beberapa jenis obat yang umumnya dianjurkan dikonsumsi setelah makan:
1. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
Obat seperti ibuprofen, asam mefenamat, dan diclofenac dapat mengiritasi dinding lambung. Karena itu, obat-obatan tersebut umumnya dianjurkan diminum setelah makan atau bersama makanan, sesuai petunjuk dokter atau apoteker.
2. Obat kortikosteroid tertentu
Beberapa obat golongan kortikosteroid, seperti prednison dan prednisolon, biasanya dianjurkan dikonsumsi bersama makanan untuk membantu mengurangi keluhan pada lambung.
| Baca juga: Gejala Usus Buntu pada Anak-Aank |
3. Obat atau suplemen yang mengandung zat besi
Suplemen zat besi memang dapat diserap lebih baik ketika perut kosong. Namun, pada sebagian orang, konsumsi zat besi dapat menyebabkan mual atau rasa tidak nyaman pada lambung. Dalam kondisi tersebut, dokter atau apoteker dapat menyarankan mengonsumsinya bersama makanan.
4. Obat tertentu untuk diabetes
Beberapa obat diabetes memiliki aturan konsumsi yang berkaitan dengan waktu makan. Misalnya, metformin umumnya dikonsumsi bersama atau setelah makan untuk membantu mengurangi efek samping pada saluran pencernaan. Sementara obat diabetes lainnya memiliki aturan yang berbeda.
5. Obat tertentu yang penyerapannya terbantu oleh makanan
Ada obat-obatan tertentu yang lebih baik diserap tubuh ketika dikonsumsi bersama makanan. Karena aturan setiap obat berbeda, pasien sebaiknya membaca petunjuk penggunaan pada kemasan atau mengikuti anjuran dokter dan apoteker.
Meski demikian, tidak berarti semua obat aman diminum setelah makan. Ada pula obat yang justru harus dikonsumsi sebelum makan atau saat perut kosong agar bekerja secara optimal.
Karena itu, jangan mengubah waktu minum obat hanya berdasarkan kebiasaan. Perhatikan aturan yang tertera pada kemasan, resep dokter, atau informasi dari apoteker. Jika ragu apakah obat harus diminum sebelum atau sesudah makan, tanyakan langsung kepada tenaga kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....