Daun Kumis Kucing Dipercaya Bantu Redakan Sakit Pinggang, Ini Penjelasannya

  • 30 Mei 2026 18:18 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis- Daun kumis kucing atau Orthosiphon aristatus telah lama digunakan masyarakat Indonesia sebagai tanaman obat tradisional. Selain dikenal untuk membantu menjaga kesehatan ginjal dan saluran kemih, tanaman ini juga sering dimanfaatkan sebagai ramuan alami untuk mengatasi keluhan sakit pinggang yang berkaitan dengan gangguan saluran kemih atau penumpukan asam urat.

Dikutip dari Stedca Journal, menurut berbagai kajian ilmiah, daun kumis kucing mengandung flavonoid, sinensetin, glikosida, serta senyawa aktif lainnya yang memiliki efek diuretik dan antiinflamasi. Efek diuretik membantu meningkatkan pengeluaran urin sehingga dapat membantu mengurangi penumpukan zat sisa dalam tubuh, sementara sifat antiinflamasinya berpotensi membantu meredakan peradangan yang menimbulkan rasa nyeri.

Para ahli menjelaskan bahwa sakit pinggang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ketegangan otot, gangguan ginjal, batu saluran kemih, hingga peningkatan kadar asam urat. Pada kasus yang berhubungan dengan fungsi ginjal atau saluran kemih, konsumsi daun kumis kucing secara tradisional dipercaya dapat membantu meringankan keluhan melalui peningkatan produksi urin dan pengurangan peradangan. Namun, manfaat tersebut tidak berarti tanaman ini dapat menggantikan pemeriksaan dan pengobatan medis.

Cara penggunaan yang umum dilakukan masyarakat adalah dengan merebus beberapa lembar daun kumis kucing yang telah dicuci bersih, kemudian air rebusannya diminum setelah dingin. Meski demikian, dosis dan keamanan penggunaan jangka panjang sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, terutama bagi penderita penyakit ginjal kronis, ibu hamil, atau mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Praktisi kesehatan mengingatkan bahwa sakit pinggang yang berlangsung lama, disertai demam, nyeri hebat, kesulitan buang air kecil, atau adanya darah dalam urin memerlukan pemeriksaan medis segera. Penggunaan herbal sebaiknya dipandang sebagai pendamping, bukan pengganti terapi yang direkomendasikan dokter.

Dengan kandungan senyawa bioaktif yang menjanjikan, daun kumis kucing tetap menjadi salah satu tanaman obat keluarga yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Namun, masyarakat diimbau menggunakan herbal secara bijak dan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....