Dampak Negatif Minuman Soda Saat Berolahraga
- 04 Des 2025 09:34 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Menjaga tubuh tetap terhidrasi sebelum, selama, dan setelah berolahraga merupakan hal penting agar performa tetap optimal dan proses pemulihan berjalan baik. Namun, di tengah banyaknya pilihan minuman, masih sering muncul pertanyaan: apakah aman mengonsumsi minuman bersoda sebelum atau setelah olahraga?
Meskipun minuman soda terasa menyegarkan, terutama ketika tubuh berkeringat, kandungan gula dan karbonasinya dapat menimbulkan sejumlah efek yang justru merugikan bagi tubuh. Dikutip dari Hellosehat berbagai dampak minum soda di sekitar waktu olahraga dan alasan mengapa Anda sebaiknya berhati-hati mengonsumsinya.
Asupan cairan saat berolahraga berperan penting untuk menjaga hidrasi dan mendukung pembakaran energi. Namun, tidak semua minuman cocok dikonsumsi sebelum maupun setelah latihan. Minuman bersoda, misalnya, mengandung gula sederhana yang cepat diserap tubuh. Meski terkesan mampu meningkatkan energi secara instan, lonjakan gula darah yang terjadi dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.
Baca Juga: Cara Efektif Meredakan Batuk Agar Aktivitas Tetap Lancar
Menurut data Food Data Central, dalam 100 mL minuman bersoda terdapat sekitar 10 gram karbohidrat, sebagian besar berupa gula sederhana. Kandungan ini dapat memengaruhi tubuh dengan cara yang perlu diwaspadai.
Hal ini dapat menyebabkan beberapa efek pada tubuh yang sebaiknya Anda waspadai.
1. Tidak Memberikan Nutrisi yang Dibutuhkan Tubuh
Meskipun terasa menyegarkan, minuman bersoda tidak menyediakan nutrisi yang diperlukan tubuh sebelum berolahraga. Padahal, studi dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition (2017) menunjukkan bahwa asupan nutrisi yang optimal sebelum latihan dapat meningkatkan performa sekaligus mengurangi risiko kerusakan otot.
Energi dari gula sederhana dalam soda memang cepat terserap, tetapi juga cepat habis. Akibatnya, tubuh justru lebih mudah lelah, terlebih jika Anda melakukan latihan dengan intensitas tinggi.
2. Mengganggu Stabilitas Kadar Gula Darah
Dalam satu kaleng soda (±300 mL), terkandung sekitar 30 gram gula. Mengonsumsi soda sebelum atau saat berolahraga dapat membuat kadar gula darah naik drastis. Tubuh kemudian akan segera menggunakan gula tersebut sebagai energi, sehingga kadar gula darah dapat menurun dengan cepat setelah latihan.
Penurunan gula darah yang terlalu rendah dapat menimbulkan gejala seperti lemas, pusing, atau bahkan hipoglikemia. Jika kondisi ini terjadi berulang, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap fluktuasi gula darah karena produksi insulin meningkat untuk mengikutinya.
3. Membuat Tubuh Lebih Cepat Haus
Minuman bersoda memiliki konsentrasi gula yang tinggi, sekitar 11–13 persen. Konsentrasi ini membuat cairan lebih sulit diserap tubuh, sehingga Anda lebih mudah merasa haus meskipun telah minum cukup banyak. Hal ini dapat mengganggu aktivitas olahraga karena dorongan untuk sering minum atau buang air kecil meningkat.
Selain itu, semakin banyak Anda minum soda, semakin tinggi pula asupan gula harian, yang jika berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
4. Tidak Menggantikan Elektrolit yang Hilang
Berbeda dari air mineral atau minuman elektrolit, soda tidak mengandung mineral penting seperti natrium, kalium, dan magnesium. Padahal, elektrolit sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi otot, serta membantu kerja jantung selama berolahraga.
Riset dalam American Journal of Physiology (2016) menunjukkan bahwa penggunaan soda sebagai minuman rehidrasi justru dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan berdampak buruk pada fungsi ginjal. Setelah olahraga, minuman bersoda juga tidak mampu menggantikan elektrolit yang hilang melalui keringat.
5. Memicu Gangguan Pencernaan
Karbonasi dalam soda dapat menimbulkan penumpukan gas di lambung. Hal ini berpotensi menyebabkan perut kembung, rasa tidak nyaman, hingga memperburuk gejala refluks asam lambung (GERD). Kondisi tersebut dapat mengganggu gerakan tubuh saat latihan dan menurunkan performa secara keseluruhan.
Tekanan gas yang meningkat di dalam lambung juga dapat memicu rasa sakit perut, sehingga aktivitas olahraga menjadi kurang optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....