Manfaat dan Risiko Konsumsi Ikan Pari Bagi Kesehatan
- 09 Okt 2025 19:18 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Ikan pari merupakan salah satu menu laut yang digemari masyarakat Indonesia. Tekstur dagingnya padat, gurih, dan lezat saat diolah menjadi berbagai masakan, mulai dari gulai hingga ikan pari bakar.
Selain rasanya yang khas, ikan pari mengandung beragam nutrisi penting, seperti protein, vitamin, mineral, serta lemak sehat.
Namun, konsumsi ikan pari tidak boleh berlebihan. Meski kaya manfaat, ikan ini tetap menyimpan risiko kesehatan tertentu jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak diolah dengan benar.
Dikutip dari alodokter, berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari konsumsi ikan pari:
1. Membantu menjaga berat badan
Ikan pari rendah kalori dan tinggi protein. Kandungan ini bermanfaat bagi orang yang sedang menjalani program diet, karena dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan mengurangi risiko makan berlebihan.
2. Menjaga kesehatan otot
Protein dalam ikan pari membantu membangun, memperkuat, dan memperbaiki jaringan otot. Konsumsi rutin mendukung pemulihan otot setelah olahraga maupun sakit, serta menjaga massa otot agar tidak cepat berkurang.
3. Mendukung kesehatan tulang dan gigi
Mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan magnesium pada ikan pari berperan menjaga kepadatan tulang dan gigi. Kombinasi ini juga membantu mencegah osteoporosis dan menjaga pertumbuhan tulang pada anak.
4. Meningkatkan fungsi saraf dan kekebalan tubuh
Ikan pari merupakan sumber vitamin B12 dan selenium. Vitamin B12 membantu produksi sel darah merah sekaligus menjaga fungsi saraf. Sementara itu, selenium berfungsi sebagai antioksidan alami yang memperkuat daya tahan tubuh.
5. Menjaga kesehatan otak
Omega-3 dan vitamin B kompleks pada ikan pari mendukung fungsi otak, daya ingat, dan konsentrasi. Konsumsi rutin dapat membantu menurunkan risiko gangguan kognitif, termasuk demensia.
6. Menunjang pertumbuhan anak
Kandungan protein, vitamin, dan mineral pada ikan pari penting untuk pertumbuhan otot, tulang, serta perkembangan otak anak.
7. Menjaga kesehatan jantung
Omega-3 dalam ikan pari membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Selain itu, kandungan lemak tak jenuh pada ikan ini mendukung kesehatan pembuluh darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Meski bermanfaat, ikan pari juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika tidak dikonsumsi dengan bijak:
- Paparan logam berat: Ikan pari dari perairan tercemar bisa mengandung merkuri dan zat berbahaya lain.
- Risiko alergi: Pada sebagian orang, ikan pari dapat menimbulkan reaksi alergi berupa gatal, bengkak, atau sesak napas.
- Infeksi parasit atau bakteri: Mengonsumsi ikan pari setengah matang dapat memicu gangguan pencernaan.
- Duri beracun: Pada ikan pari segar, durinya dapat menyebabkan luka dan nyeri hebat jika terkena kulit.
Tips Aman Mengonsumsi Ikan Pari
Agar manfaatnya tetap didapat tanpa risiko berlebih, perhatikan hal berikut:
- Pilih ikan pari segar dari sumber terpercaya.
- Masak hingga matang sempurna untuk membunuh parasit dan bakteri.
- Hindari mengonsumsi organ dalam, terutama hati, untuk mengurangi paparan logam berat.
- Batasi konsumsi ikan pari maksimal 1–2 kali per bulan.
- Gunakan alat pelindung saat mengolah ikan pari segar agar tidak terkena duri.
Konsumsi ikan pari dalam porsi wajar umumnya aman. Namun, bagi ibu hamil, anak-anak, atau penderita penyakit tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum mengonsumsinya.
Ikan pari adalah sumber protein hewani yang lezat dan bergizi. Konsumsi secara bijak dapat memberikan banyak manfaat, mulai dari menjaga kesehatan jantung, otot, hingga otak. Namun, perlu diingat bahwa ikan ini juga menyimpan risiko bila dikonsumsi berlebihan atau tidak diolah dengan benar. Bijak memilih, mengolah, dan membatasi jumlah konsumsi menjadi kunci agar manfaat ikan pari dapat dinikmati tanpa menimbulkan masalah kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....