Waspadai Luka Gigitan Anjing, Kenali Risikonya Sekarang

  • 02 Okt 2025 23:09 WIB
  •  Bengkalis

KBRN,Bengkalis: Gigitan anjing bisa terjadi kapan saja di rumah, di pekarangan, taman, atau saat berada di alam terbuka. Luka dari gigitan ini mungkin kecil atau besar; namun, untuk anak-anak usia di bawah lima tahun, risiko gigitan anjing lebih tinggi, terutama karena kekebalan tubuh dan kemampuan mereka menghindar yang masih terbatas. 

Oleh karena itu, setiap gigitan anjing harus ditangani dengan tepat untuk mencegah infeksi dan komplikasi serius.

Letak Luka dan Demografi yang Rentan

- Anak kecil (<5 tahun): Gigitan anjing umumnya terjadi di bagian kepala dan leher.

- Remaja / dewasa: Sebaliknya, luka gigitan biasanya mengenai kaki, tangan, atau lengan, tergantung ukuran anjing dan tinggi badan orang yang digigit.

Perbedaan letak ini penting diketahui untuk mempercepat pertolongan dan agar ahli medis dapat memperkirakan risiko tertentu, misalnya di area yang dekat saraf atau pembuluh darah besar.

Dikutip dari alodokter, Setelah digigit anjing, ada beberapa risiko medis yang perlu diperhatikan:

1. Infeksi bakteri
Mulut anjing memuat banyak bakteri. Bila luka tidak dibersihkan dengan baik, kuman dapat masuk dan menyebabkan infeksi. Risiko lebih besar pada penderita gangguan imunitas atau diabetes.

2. Kerusakan saraf, otot, dan pembuluh darah
Gigitan yang dalam bisa merusak struktur di bawah kulit saraf, otot, atau pembuluh darah meski lukanya tampak kecil.

3. Patah tulang
Terutama jika gigitan dari anjing besar, di area anggota tubuh yang tipis atau di atas tulang mudah patah.

4. Rabies
Penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat. Jika tidak diobati segera, dapat berakibat fatal.

5. Tetanus
Luka gigitan hewan besar juga berpotensi menyebabkan tetanus, terutama bila luka tidak dibersihkan, dan vaksin tetanus sebelumnya sudah lama.

Penanganan awal yang cepat dan benar sangat menentukan hasilnya. Berikut langkah-langkah pertolongan pertama:

1. Cuci dan bersihkan luka
Bilas lukanya dengan air hangat dan sabun. Gunakan antiseptik jika tersedia.

2. Tekan perlahan luka yang berdarah
Gunakan kain bersih atau perban steril hingga perdarahan berhenti.

3. Balut luka
Setelah bersih dan darah berhenti, tutup luka dengan perban steril agar terlindungi dari kotoran dan bakteri.

4. Obat pereda nyeri
Gunakan obat bebas seperti paracetamol atau ibuprofen jika nyeri mengganggu.

5. Periksakan ke dokter
Bila muncul tanda infeksi (kemerahan, bengkak, terasa hangat, bernanah), atau bila luka sulit dihentikan darahnya setelah ditekan 10 menit, atau apabila anjing yang menggigit tidak diketahui status vaksinasinya rabies segera ke fasilitas kesehatan.

Langkah Tambahan Penting

- Tanyakan riwayat vaksinasi anjing atau siapa pemiliknya agar data bisa dilacak.

- Periksakan status vaksin tetanus Anda. Jika sudah lebih dari lima tahun sejak vaksin terakhir, booster tetanus mungkin dibutuhkan.

- Catat semua informasi penting: lokasi gigitan, waktu kejadian, kondisi luka, ciri-ciri anjing.

Menghindari gigitan anjing jauh lebih baik daripada mengobatinya. Berikut kiat-kiat pencegahan:

- Jangan mendekat, menyentuh, atau mengusik anjing yang tidak dikenal.

- Jika melihat seekor anjing mendekat, jangan lari, bergeraklah perlahan dan hindari tatapan langsung.

- Kenakan pakaian pelindung seperti sepatu tertutup dan pakaian panjang di area rawan anjing (halaman rumah, kebun, jalan yang sepi).

- Perhatikan lingkungan: jangan biarkan sampah menumpuk, karena bisa menarik perhatian anjing.

- Ajarkan anak-anak tentang cara aman berinteraksi dengan hewan peliharaan maupun anjing jalanan.

Luka gigitan anjing mungkin tampak sepele, tetapi risiko infeksi, rabies, tetanus, maupun kerusakan jaringan tubuh menjadikannya kondisi serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Setiap individu, terutama orang tua dan pengasuh, perlu mengetahui langkah pertolongan pertama, cara pencegahan, serta kapan harus mencari bantuan medis profesional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....