Kalori Martabak Telur, Panduan Sehat Menyantap Camilan Favorit

  • 01 Okt 2025 18:50 WIB
  •  Bengkalis

KBRN,Bengkalis: Martabak telur umumnya dibuat dari campuran telur, daging cincang (ayam atau sapi), daun bawang, dan kulit berbahan dasar tepung yang digoreng dalam minyak panas hingga garing. Proses penggorengan dengan minyak dalam jumlah banyak inilah yang berkontribusi besar terhadap tingginya kadar kalori dalam satu porsi martabak.

Namun, bukan berarti Anda harus menghindari martabak telur sepenuhnya. Hidangan ini tetap aman dikonsumsi, asalkan porsinya dikendalikan dan diimbangi dengan makanan bergizi lainnya.

Dikutip dari alodokter, Besarnya porsi dan jenis isian martabak sangat memengaruhi jumlah kalori yang terkandung. Berikut gambaran umum jumlah kalori martabak telur berdasarkan ukuran:

- Martabak telur mini (±50 gram): sekitar 120–170 kalori

- Martabak ukuran sedang (±100 gram): sekitar 250–350 kalori

- Martabak telur satu porsi utuh (±400–500 gram): bisa mencapai 1.000–1.500 kalori

Jumlah ini belum termasuk tambahan seperti saus manis atau sambal instan yang juga mengandung gula, garam, dan lemak tambahan.

Coba bayangkan jika satu porsi utuh martabak telur dikonsumsi sendirian tanpa dibagi, kalori yang masuk bisa setara dengan dua kali makan besar.

Jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah besar, martabak telur dapat memicu sejumlah masalah kesehatan, seperti:

- Kenaikan berat badan karena asupan kalori yang melebihi kebutuhan harian

- Peningkatan risiko penyakit jantung akibat tingginya kandungan lemak jenuh

- Ketidakseimbangan nutrisi, karena lebih banyak mengonsumsi lemak dan karbohidrat daripada vitamin dan serat

Agar tetap bisa menikmati martabak telur tanpa rasa khawatir, berikut beberapa langkah sehat yang bisa diterapkan:

1. Batasi porsi, cukup makan 1–2 potong saja untuk mengontrol kalori

2. Tambahkan sayuran segar, seperti acar mentimun, tomat, atau lalapan, untuk menambah serat dan menyeimbangkan rasa.

3. Pilih isian yang lebih sehat, misalnya martabak telur dengan tambahan sayuran

4. Hindari konsumsi berlebihan, cukup 1 kali dalam seminggu.

5. Kurangi saus dan sambal instan, yang mengandung tinggi gula dan garam

6. Buat sendiri di rumah, dengan menggoreng menggunakan sedikit minyak atau metode tanpa minyak

Martabak telur memang lezat dan menggoda, tapi konsumsinya tetap perlu dikontrol. Bukan berarti harus menghindari sepenuhnya, melainkan belajar untuk menikmati dengan bijak mengatur porsi, memilih topping yang lebih sehat, dan menyeimbangkan dengan asupan gizi lain.

Selalu ingat, gaya hidup sehat bukan soal melarang makanan tertentu, melainkan mengelola pola makan secara cerdas. Martabak telur bisa tetap menjadi bagian dari menu Anda, asal diimbangi dengan cukup air putih, konsumsi sayur dan buah, serta aktivitas fisik yang rutin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....