Kalori Bubur Ayam dan Tips Sarapan Sehat

  • 21 Sep 2025 18:30 WIB
  •  Bengkalis

KBRN,Bengkalis: Bubur ayam merupakan salah satu menu sarapan yang digemari banyak orang di Indonesia. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih membuat bubur ayam mudah dicerna dan cepat mengenyangkan. Namun, di balik kesederhanaannya, banyak orang bertanya-tanya: apakah bubur ayam tinggi kalori?

Faktanya, kalori dalam semangkuk bubur ayam sebenarnya tidak sebanyak yang dibayangkan. Hidangan ini tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, asalkan porsi dan topping yang digunakan dikontrol dengan baik.

Dikutip dari alodokter, Kalori bubur ayam sangat bergantung pada bahan tambahan atau topping yang digunakan. Bubur ayam polos, tanpa tambahan apa pun, hanya mengandung sekitar 150–180 kalori per mangkuk. Ini menjadikannya pilihan sarapan yang relatif ringan.

Namun, kalori bisa meningkat drastis ketika ditambahkan aneka topping seperti: Kacang kedelai goreng, Cakwe, Kuah kuning, Bawang goreng, Daun bawang dan seledri, Kerupuk

Penambahan topping ini bisa menyumbang tambahan 170–260 kalori, tergantung pada jumlah yang digunakan. Kalori akan bertambah lebih banyak lagi jika bubur ayam dilengkapi dengan sate, seperti sate usus, ati ampela, atau telur puyuh. Satu tusuk sate saja bisa menambah 25–60 kalori.

Jika seluruh topping dikombinasikan, total kalori dalam seporsi bubur ayam bisa mencapai 400–600 kalori, bahkan lebih. Ini setara dengan satu porsi makan besar lengkap dengan nasi dan lauk pauk.

Meskipun berpotensi tinggi kalori, bubur ayam tetap bisa menjadi pilihan sarapan sehat. Bubur ayam mengandung karbohidrat dari nasi sebagai sumber energi utama. Daging ayamnya menyumbang protein yang penting untuk menjaga rasa kenyang dan membantu pembentukan otot. Beberapa topping seperti kacang kedelai juga memberikan tambahan serat, vitamin, dan mineral.

Agar tetap sehat dan tidak berlebihan dalam konsumsi kalori, berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan saat menikmati bubur ayam:

- Pilih topping secukupnya, misalnya hanya kacang kedelai atau potongan ayam tanpa kulit.

- Kurangi penggunaan kuah kuning dan bawang goreng, karena mengandung minyak dan lemak tinggi.

- Hindari kerupuk, yang hanya menambah kalori tanpa nilai gizi berarti.

- Tambahkan sayuran segar, seperti daun bawang, seledri, atau wortel sebagai alternatif topping rendah kalori.

- Batasi pemakaian kecap manis dan sambal, terutama jika mengandung gula dan garam tinggi.

Mengonsumsi bubur ayam tidak perlu dihindari, yang penting adalah bagaimana kita mengatur porsi dan toppingnya. Dengan langkah yang tepat, bubur ayam bisa tetap menjadi menu sarapan favorit yang menyehatkan.

Selain itu, menjaga keseimbangan antara asupan kalori dan aktivitas fisik harian juga sangat penting. Rutin bergerak, berolahraga ringan, dan memilih makanan dengan bijak merupakan kunci untuk hidup sehat dan bertenaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....